Rumor Kim Jong Un Koma Beredar, Klaim Pendarahan Otak dan Perawatan di China Belum Terverifikasi

Kabarindo24jam.com | PYONGYANG – Kabar mengenai kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menjadi sorotan setelah beredar klaim di media sosial bahwa ia mengalami pendarahan otak dan berada dalam kondisi koma. Informasi tersebut belum didukung bukti independen yang dapat memastikan kebenarannya.

Rumor itu mencakup dugaan bahwa Kim dibawa ke Beijing, China, untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Namun, hingga Selasa (20/10/2026), belum ditemukan konfirmasi resmi dari pemerintah Korea Utara maupun pemerintah China mengenai dugaan kondisi medis tersebut.

Bacaan Lainnya

Laporan yang terbit pada 19 Oktober 2026 di media Inggris The Sun turut mengangkat klaim tersebut, dengan merujuk pada rumor yang beredar di internet. Karena sumber awalnya belum terverifikasi, informasi mengenai pendarahan otak, koma, dan perawatan di China tidak dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah dipastikan.

Kantor berita Yonhap pada 11 Oktober 2026 melaporkan bahwa Kim Jong Un menghadiri pertunjukan peringatan 81 tahun berdirinya Partai Buruh Korea di Pyongyang pada 10 Oktober. Foto kegiatan tersebut dipublikasikan media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), sehari kemudian.

Sementara itu, Reuters pada 12 Oktober memberitakan kunjungan Kim ke Museum Revolusi Pertahanan yang baru dibuka. Laporan tersebut menyebut Kim hadir bersama putrinya, Ju Ae, dan istrinya, Ri Sol Ju.

Rangkaian pemberitaan itu menjadi acuan untuk menelusuri aktivitas publik Kim sebelum rumor kesehatannya kembali mencuat.
Meski demikian, jarak waktu antara kemunculan publik tidak dengan sendirinya membuktikan adanya keadaan darurat medis.

Sejumlah unggahan di media sosial menyebut Kim Jong Un dibawa ke Peking Union Medical College Hospital di Beijing setelah mengalami pendarahan otak. Akan tetapi, belum ditemukan bukti independen yang mengonfirmasi bahwa pemimpin Korea Utara tersebut menjalani perawatan di rumah sakit itu.

Tidak tersedia pula informasi terverifikasi mengenai waktu kejadian, diagnosis medis, ataupun kondisi kesadaran Kim Jong Un. Oleh karena itu, klaim bahwa ia berada dalam kondisi koma masih harus diperlakukan sebagai rumor.

Kerahasiaan informasi di Korea Utara membuat perkembangan mengenai pemimpinnya kerap sulit diverifikasi secara independen. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk menganggap rumor tertentu sebagai kebenaran.

Aktivitas Kim Yo Jong Tidak Mengonfirmasi Kondisi Kakaknya
Pada 19 Oktober 2026, Yonhap melaporkan pernyataan Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, mengenai situasi perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan.

Pernyataan itu membahas ketegangan di perbatasan dan kemungkinan dimulainya kembali siaran pengeras suara.

Pernyataan Kim Yo Jong merupakan perkembangan politik yang terpisah. Informasi tersebut tidak memberikan konfirmasi mengenai kondisi kesehatan Kim Jong Un maupun dugaan bahwa ia sedang dirawat di China.

(Los/*)

Sumber: The Sun, Yonhap News Agency, Reuters,
Geo News

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *