Kabarindo24jam.com | Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kini telah memiliki Satuan Antariksa di bawah Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) sebagai langkah strategis TNI AU menghadapi ancaman modern yang semakin meluas ke ranah antariksa.
Satuan strategis tersebut telah diresmikan dalam upacara likuidasi dan peresmian Wing Udara serta Satuan Antariksa Koopsudnas yang dipimpin langsung oleh KSAU di Gedung Serbaguna (GSG) Suharnoko Harbani, Markas Besar Angkatan Udara (Mabesau), Cilangkap – Jakarta Timur pada Kamis (29/1/2026) lalu.
KSAU Tonny Harjono menegaskan bahwa domain antariksa kini menjadi elemen krusial dalam mendukung superioritas informasi, sistem komando dan kendali, serta proses pengambilan keputusan operasi yang lebih cepat dan akurat.
Sehingga, pembentukan satuan baru ini diharapkan memperkuat kemampuan TNI AU untuk mengamankan serta memanfaatkan kepentingan nasional di luar angkasa, sekaligus menjamin kelancaran operasi udara yang terintegrasi, aman, dan berkelanjutan.
“TNI Angkatan Udara terus menata organisasi menuju kekuatan udara yang adaptif, modern, profesional, dan unggul. Langkah ini sejalan dengan komitmen TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi kepentingan pertahanan negara,” kata Marsekal Tonny dalam keterangannya yang dikutip Selasa (3/2/2026).
KSAU juga telah meresmikan 10 Wing Udara baru yang tersebar di Grup Angkut, Helikopter, Tempur, dan Khusus. Sebaliknya, sembilan Wing Udara lama dilikuidasi sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi TNI AU.
Kehadiran Wing Udara baru tersebut diharapkan meningkatkan kapabilitas kekuatan udara dalam berbagai misi, mulai dari pengamanan ruang udara nasional, mobilitas pasukan, hingga dukungan penanggulangan bencana alam.
Langkah ini diyakini membentuk postur TNI AU yang lebih fleksibel dan sesuai dengan karakteristik ancaman kontemporer. “Likuidasi dan peresmian Wing Udara merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesiapan dan efektivitas operasi udara,” beber KSAU.
Perombakan organisasi ini, jelas mencerminkan komitmen jajaran TNI AU untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ancaman pertahanan di era modern, khususnya di domain udara dan antariksa yang semakin strategis bagi kedaulatan negara. (Man/*)





