Angkatan Darat Rencanakan Bangun 6.382 Jembatan di Seluruh Indonesia pada 2026

0
67
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Kupang – Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa pihaknya sudah merencanakan pembangunan 6.382 jembatan di seluruh daerah Indonesia sepanjang tahun 2026.

“Jumlah itu termasuk di wilayah NTT,” kata KSAD kepada wartawan usai menghadiri acara Natal Nasional TNI AD secara serentak di Kupang, Senin (12/1/2026). Ia menuturkan, hingga kini TNI masih melaksanakan program-program untuk membantu pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, TNI mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk membangun sejumlah jembatan baik itu yang belum dibangun maupun yang harus direnovasi. “Mudah-mudahan di seluruh Indonesia dalam waktu satu tahun setengah, permasalahan jembatan, yang sederhana bisa diselesaikan,” tambah dia.

Ia menargetkan setiap Komando Resort Militer (Korem) membangun 10 hingga 15 jembatan per bulannya. Nantinya, kata dia, pihaknya akan membentuk banyak tim. Dia berharap jika pemerintah kabupaten mempunyai tim maka diharapkan bisa membantu TNI dalam pembangunan jembatan.

Mengenai jenis jembatan yang akan dibangun, Maruli menjelaskan, terdiri dari jembatan gantung, jembatan ambo, atau juga jembatan bailey. Ia juga berpesan kepada seluruh prajurit TNI, khususnya di NTT agar bekerja dengan baik.

“Ini momentumnya sangat bagus karena Presiden sudah bilang, bahwa seluruh jembatan selesaikan, Pendidikan selesaikan, dan sekarang beliau sedang meresmikan sekolah rakyat, saya dengar juga ada di sini (NTT) dan Unhan juga sudah dibangun,” ujar dia.

Sementara itu, Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) melaporkan Satgas Yonzipur I/Bukit Barisan terus mempercepat pembangunan Jembatan Aramco di Lingkungan IV, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Minggu (11/1/2026), sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana.

Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Lubuk Raya dengan Desa Lubuk Manik tersebut sebelumnya rusak akibat banjir bandang sekitar satu bulan lalu, sehingga memutus akses dan menghambat mobilitas masyarakat.

Saat ini, jembatan sudah dapat dilalui pejalan kaki serta kendaraan roda dua dan roda empat. Pekerjaan lanjutan masih terus dilakukan, meliputi pembangunan tiang utama di empat sudut jembatan, pembuatan tangga, serta pemasangan besi pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan.

Pemadatan tanah dan pasir pada badan jembatan juga terus dikebut dengan dukungan satu unit alat berat baby loader milik Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Material Jembatan Aramco telah terpasang sebanyak empat unit di aliran Sungai Aek Sibontar, disertai pengecoran dinding sayap serta tiang utama jembatan.

Jembatan Aramco ini memiliki bentangan sepanjang 12 meter dan lebar 3,5 meter. Hingga saat ini, progres keseluruhan pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen, dengan penimbunan jalan jembatan mencapai 65 persen. (Man/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini