Atasi Masalah Tambang, Pemkab Bogor Anggarkan 100 M, Pengusaha Siap Berkonstribusi

0
7

Kabarindo24jam.com | Cibinong –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menyikapi dinamika yang terjadi terkait dengan penutupan puluhan lokasi tambang di Rumpin, Cigudeg dan Parungpanjang. Selasa (13/1/2026), Pemkab Bogor mengundang para pengusaha tambang untuk membahas berbagai persoalan pasca penutupan dan akses jalur tambang.

Sekretraris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajar Rochmat Jatnika, mengatakan para pengusaha tambang yang datang berasal dari wilayah barat Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin. Mereka semua datang dengan semangat yang sama, yakni mencari solusi dan melakukan yang terbaik untuk masyarakat sekitar lokasi tambang.

Dalam kesempatan itu, terungkap bahwa Pemkab Bogor berencana mengeluarkan anggaran sebesar Rp 100 miliar. “Rencana jalan khusus barang dan tambang memang telah teralokasikan anggarannya di tahun 2026 ini ya di APBD kita untuk pembebasan tanah kurang lebih di Rp 100 miliar,” kata Ajat kepada wartawan.

Sebanyak 28 kepala pengusaha dan 4 perwakilan masyarakat hadir pada pertemuan yang juga membahas kolaborasi pembangunan jalur tersebut antara pemerintah dan pengusaha. “Prosesnya ini sudah lama benar, dan di dalam prosesnya ternyata sudah ada surat komitmen dari para pengusaha tambang apabila jalan tambang ini akan dibangun maka mereka akan melakukan kontribusi juga,” beber Sekda.

Sebab, ada beberapa rute yang melewati area-area tanah yang dikuasai oleh pengusaha tambang. Ajat menyebutkan pengusaha yang hadir menyambut baik wacana itu. “Nah tadi tergambarkan bahwa para pengusaha sangat mendukung apabila harus berkontribusi. Dan itu ada surat pernyataannya,” jelas Ajat.

“Bagi Pemkab Bogor ini adalah aspirasi yang cukup positif dan tentu harus diapresiasi. Insyaallah, hasil dari pertemuan ini akan disampaikan langsung oleh Pak Bupati Rudy Susmanto kepada Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi, insyaallah waktunya minggu depan,” ucap Sekda Ajat.

Diharapkan dengan kolaborasi tersebut, berbagai pihak yang terlibat akan saling menjaga. Dari segi lingkungan, dia mengatakan Pemprov Jawa Barat juga akan lebih selektif dalam pembukaan tambang.

“Saya kira itu tadi bahwa kita ada iktikad baik dalam bagaimana merespons kegiatan-kegiatan yang ada di area pertambangan baik dari masyarakat, pengusaha ya semuanya yang kemudian kita akan sampaikan aspirasi ini ke Pak Gubernur minggu depan,” ungkapnya.

Rencananya, jalan yang akan dibangun nanti akan memiliki panjang 15 km (kilometer) yang membentang dari Cigudeg hingga wilayah Kecamatan Rumpin. Nantinya, jalan tersebut hanya digunakan oleh kendaraan khusus operasional dan pengangkut hasil tambang.

“Jadi nanti di jalan tambang itu hanya memang angkutan barang atau angkutan tambang, tidak boleh lagi ada angkutan tambang yang masuk ke jalan-jalan provinsi ataupun jalan kabupaten yang saat ini sudah ada. Panjangnya kurang lebih 15 kilometer persegi,” pungkas Ajat. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini