Kabarindo24jam.com | Coimbra, Portugal — Sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dunia setelah rangkaian badai dan hujan deras yang melanda Portugal sejak akhir Januari memicu banjir luas, kerusakan infrastruktur, serta evakuasi ribuan warga di sejumlah wilayah, termasuk kota Coimbra di bagian tengah negara itu.
Otoritas menyatakan banjir parah terjadi setelah curah hujan tinggi berlangsung berminggu-minggu, menyebabkan jebolnya tanggul dan runtuhnya sebagian jalan tol utama di dekat Coimbra. Kondisi ini memicu evakuasi sekitar 3.000 penduduk di wilayah utara dan sepanjang aliran Sungai Mondego akibat kekhawatiran kegagalan tanggul lanjutan maupun luapan bendungan di sekitarnya.

Secara terpisah, perlindungan sipil melaporkan sekitar 3.600 warga telah dievakuasi secara preventif dari kota Coimbra, Montemor-o-Velho, dan Soure karena risiko sungai meluap. Evakuasi tersebut menambah jumlah warga yang sudah mengungsi di berbagai wilayah sejak badai beruntun melanda dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah kota Coimbra sebelumnya memperkirakan antara 2.800 hingga 3.000 penduduk harus meninggalkan rumah mereka sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir di kawasan bantaran sungai.
Sekolah ditutup dan sejumlah fasilitas publik dialihkan untuk penampungan sementara warga terdampak.

Rangkaian badai musim dingin yang datang berturut-turut sejak akhir Januari juga menyebabkan kerusakan luas di berbagai daerah Portugal, termasuk banjir, tanah longsor, gangguan transportasi, dan pemadaman listrik. Fenomena atmosfer yang membawa kelembapan tinggi turut memperparah curah hujan dan meningkatkan risiko banjir di wilayah utara negara itu.
Selain korban jiwa langsung, sebagian kematian terjadi secara tidak langsung akibat dampak badai sebelumnya, termasuk kecelakaan saat perbaikan pascabencana. Pemerintah menyatakan situasi darurat terus dipantau karena kapasitas respons telah berada pada tekanan tinggi akibat akumulasi dampak cuaca ekstrem.
Otoritas memperkirakan aliran air Sungai Mondego masih akan tinggi dalam beberapa hari ke depan, sementara hujan diperkirakan berlanjut di sejumlah wilayah. Pemerintah dan badan perlindungan sipil tetap menyiagakan operasi darurat serta memantau potensi banjir lanjutan di daerah rawan.
(Ls/*)





