Kabarindo24jam.com | Jakarta – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI terus berupaya memperkuat sistem pengawasan dan deteksi dini terhadap keamanan wilayah perairan nasional. Salah satu upayanya, dengan membangun stasiun pemantauan atau yang disebut National Maritime Security System (NMSS).
Kepala Bakamla Laksamana Madya TNI Irvansyah mengatakan, 35 NMSS akan disebar di seluruh Indonesia. “Kami Bakamla RI sedang membangun namanya NMSS. Jumlahnya sekitar 35 stasiun, stasiun pengamatan dan stasiun peringatan diri,” ujar Irvansyah dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, Bakamla juga sedang membangun empat Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal). Tiga Puskodal akan dibangun di Zona Barat Bakamla (Batam), Zona Tengah (Manado), dan Zona Timur (Ambon). Sementara satu Puskodal lagi di Markas Bakamla RI di Jakarta.
“Masing-masing akan memiliki Puskodalnya. Mudah-mudahan tahun 2027 juga selesai. InsyaAllah tahun depan atau tahun ini mungkin, mudah-mudahan kita kejar segera selesai. Karena ancaman di laut juga tidak bisa menunggu,” kata Irvansyah.
Nantinya, Puskodal akan terintegrasi dengan 17 kementerian/lembaga. Setiap harinya akan dilaksanakan daily brief atau ringkasan harian. “Setiap jam 07.00 (WIB), kami selalu bertukar informasi dengan instansi-instansi lain,” tutur Kepala Bakamla RI.
Diketahui, Bakamla RI telah meminta tambahan anggaran Rp 5,6 triliun untuk membangun 35 NMSS tersebut. Permintaan anggaran itu telah disampaikan ke Komisi I DPR RI pada rapat 3 September 2025.
NMSS dibangun untuk mendeteksi pergerakan kapal di jalur laut, khususnya wilayah perbatasan antara Indonesia dengan negara lain. Di setiap pos NMSS akan dilengkapi perlengkapan patroli mulai dari kapal hingga pesawat nirawak atau drone. (Cok/*)



