Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kegiatan latihan tempur gabungan bersama Super Garuda Shield 2025 juga diisi dengan pelatihan khusus pertahanan Siber atau perang elektronik oleh
Satuan Gabungan Siber TNI yang melibatkan sejumlah perwira dari lima negara sahabat.
Latihan ini sendiri digelar di Gedung Markas Komando Satuan Siber TNI, Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (28/8/2025). Satuan Gabungan Siber TNI ini berkolaborasi dengan perwira siber Amerika Serikat, Australia, Kanada, Singapura, dan Brasil.
Mereka menyusun sebuah konsep pertahanan siber yang kokoh, adaptif, dan berstandar global. Selain itu, beberapa negara pengamat turut serta dalam diskusi strategi pertahanan siber tersebut.
“Cyber exercise difokuskan pada peningkatan kemampuan deteksi dini terhadap ancaman serangan siber yang menargetkan sistem komando dan kontrol militer,” ungkap Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen (Mar) Freddy Ardianzah dalam keterangannya dikutip, Sabtu (30/8).
Latihan sekaligus menguji respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi skenario serangan malware, ransomware, maupun distributed denial of service (DDoS).
Para perwira siber TNI dan perwira militer negara sahabat juga menyusun protokol keamanan bersama dalam melindungi infrastruktur kritis, komunikasi militer, dan data operasional yang bersifat sensitif.
“Latihan dirancang untuk memperkuat interoperabilitas pertahanan siner, meningkatkan resiliensi digital, serta mempererat kepercayaan internasional di kawasan Indo-Pasifik,” tutur Kapuspen TNI.
Rangkaian latihan dilaksanakan dalam dua kegiatan, yakni sesi akademik atau presentasi dari pemapar berupa simulasi perencanaan strategis menghadapi serangan siber lintas negara, serta technical drill yang menekankan pada latihan teknis.
“Seperti penetration testing, forensic analysis, dan incident response coordination. Dengan kombinasi tersebut, peserta diharapkan memperoleh pemahaman strategis sekaligus pengalaman teknis yang aplikatif,” jelas Brigjen Freddy.
Pelaksanaan cyber exercise dalam Super Garuda Shield, imbuh Kapuspen TNI, menandai transformasi penting bahwa latihan multinasional ini tidak hanya berfokus pada operasi tempur konvensional, tetapi juga mencakup domain non-tradisional yang semakin relevan di era digital. (Cky/*)