Bencana Hidrometeorologi Berlanjut: Wilayah Lapian Tapanuli Tengah Kembali Terendam

0
92

Kabarindo24jam.com | Tapanuli Tengah – Hujan merata memicu luapan sungai dan genangan di berbagai wilayah termasuk Badiri; warga terdampak dan evakuasi dilakukan.

Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, termasuk Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.

 

Banjir yang dipicu curah hujan merata di Kabupaten Tapanuli Tengah menggenangi permukiman warga dan meluapkan sejumlah aliran sungai. Genangan air dilaporkan terjadi di seluruh kecamatan, termasuk di kawasan Lopian, Badiri, disertai kerusakan infrastruktur seperti akses jalan dan jembatan yang terputus.

Pemerintah daerah menyatakan hujan yang turun secara luas menyebabkan sungai meluap dan rumah warga kembali tergenang, sementara laporan sementara tidak mencatat korban jiwa dalam kejadian banjir terbaru tersebut. Koordinasi dilakukan bersama aparat untuk evakuasi warga di daerah rawan serta penyediaan dapur umum dan peralatan penanganan darurat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat banjir dan longsor di wilayah tersebut termasuk dalam kejadian bencana periode 17–18 Februari 2026, dengan sekitar 185 kepala keluarga terdampak, 66 orang mengungsi, serta sekitar 185 rumah terimbas.

Kondisi banjir susulan ini terjadi ketika wilayah Tapanuli Tengah belum sepenuhnya pulih dari bencana sebelumnya.

Data pemerintah daerah menunjukkan sekitar 1.600 warga masih mengungsi sejak bencana besar akhir 2025, sementara banjir dan longsor terbaru kembali melanda sejumlah wilayah pedesaan.

Laporan lain menyebut banjir bandang yang dipicu hujan deras dan angin kencang juga menyebabkan warga di sejumlah lokasi harus mengungsi setelah air meluap pada pertengahan Februari.

Di tingkat provinsi, laporan terbaru BPBD Sumatera Utara mencatat dampak luas bencana banjir dan longsor di berbagai daerah, dengan jumlah korban meninggal mencapai ratusan orang dan Tapanuli Tengah menjadi wilayah dengan korban terbanyak dalam rangkaian kejadian bencana tersebut.

Sementara itu, banjir bandang yang kembali terjadi pada 16 Februari turut membawa material seperti kayu gelondongan dan memperparah dampak di sejumlah titik di kabupaten tersebut.

Pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan penanganan di lapangan, termasuk peninjauan wilayah terdampak dan penyiapan bantuan bagi warga.

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini