Kabarindo24jam.com | Cibinong – Keputusan Presiden Prabowo Subianto membentuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia baru-baru ini mendapatkan apresiasi positif dari khalayak luas, salah satunya dari Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Menurut Ketua PCNU Kabupaten Bogor Abdul Somad, kebijakan tersebut merupakan hadiah terbaik dan istimewa bagi seluruh santri di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bogor yang tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah pesantren terbanyak di Provinsi Jawa Barat.
“Restu dan kebijakan Presiden Prabowo perihal pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren merupakan hadiah terbaik bagi kita, khususnya kaum santri dan pengurus pondok pesantren,” ujar sosok yang akrab populer dengan sapaan Gus Dul ini dalam pernyataannya, dikutip pada Senin (27/10/2025).
Atas nama warga Nahdliyin dan keluarga besar pesantren di Kabupaten Bogor, ucap Gus Dul, pihaknya menyampaikan rasa syukur, hormat dan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas perhatiannya yang sangat besar terhadap dunia pesantren.
Gus Dul menilai, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan bentuk pengakuan negara atas kiprah pesantren yang selama ini telah berperan penting dalam membangun moral, peradaban Islam, serta kemandirian bangsa Indonesia. “Kebijakan ini merupakan wujud perhatian Presiden terhadap sumbangsih pesantren dalam membangun moral dan peradaban Islam,” ungkapnya.
Pembentukan Ditjen Pesantren menandai babak baru dalam kebijakan nasional yang memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga strategis dalam pembangunan bangsa sekaligus juga menjadi tonggak sejarah baru bahwa negara hadir dan berpihak pada pesantren sebagai lembaga yang selama berabad-abad berkontribusi besar dalam kehidupan sosial, ekonomi dan keagamaan.
Mantan wartawan dan pemimpin redaksi sebuah media massa lokal ini berharap, pembentukan Ditjen Pesantren mendapat dukungan dari DPR RI dan seluruh pemerintah daerah di Indonesia agar implementasinya berjalan efektif dan membawa manfaat luas bagi pesantren di seluruh tanah air.
Gus Dul pun mengaku optimistis, bahwa keberadaan Ditjen Pesantren akan semakin memperkuat peran pesantren dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berilmu dan berdaya saing serta menjadi motor penggerak kemajuan bangsa di tengah tantangan zaman. (Cky/*)





