Botram Lebaran 2026 di Jawa Barat: Tradisi Makan Bersama Warga Tetap Hidup di Kampung-kampung Sunda

Kabarindo24jam.com | Jawa Barat – Tradisi makan bersama atau “botram” masih menjadi bagian dari perayaan Idulfitri 2026 di sejumlah wilayah di Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung secara swadaya oleh warga, umumnya digelar di lingkungan permukiman seperti jalan kampung, halaman rumah, atau area sekitar masjid.

Botram dilakukan dengan konsep sederhana: warga membawa makanan dari rumah masing-masing untuk kemudian disantap bersama secara lesehan. Menu yang dibawa umumnya berupa hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, sambal goreng, hingga aneka lauk rumahan.

Bacaan Lainnya

Sejumlah daerah yang dikenal masih rutin melaksanakan botram saat Lebaran hingga 2026 antara lain wilayah Bandung dan Kabupaten Bandung, Garut, Tasikmalaya, serta Sumedang dan Ciamis. Di daerah-daerah tersebut, kegiatan ini biasanya digelar pada hari pertama hingga beberapa hari setelah Lebaran, sering kali setelah rangkaian halal bihalal atau silaturahmi warga.

Di kawasan Bandung Raya, botram umumnya berlangsung dalam skala rukun tetangga (RT) atau rukun warga (RW). Warga berkumpul di ruang terbuka dan duduk bersama tanpa sekat, mencerminkan suasana kebersamaan yang kuat. Sementara di wilayah seperti Garut dan Tasikmalaya, botram kerap dipadukan dengan kegiatan lain seperti hiburan rakyat sederhana atau syukuran kampung.

Meski tidak selalu tercatat sebagai agenda resmi pemerintah daerah, botram tetap berlangsung secara konsisten setiap tahun karena bersifat partisipatif dan berbasis komunitas.

Tradisi ini menjadi salah satu bentuk ekspresi budaya lokal Sunda yang menekankan nilai gotong royong, kebersamaan, dan kesetaraan antarwarga.

Hingga Lebaran 2026, tidak terdapat catatan pelarangan khusus terhadap kegiatan ini, selama pelaksanaannya tetap menjaga ketertiban lingkungan. Di berbagai kampung, botram justru menjadi momentum mempererat hubungan sosial setelah momen mudik dan berkumpul bersama keluarga.

Dengan sifatnya yang sederhana namun sarat makna, botram tetap bertahan sebagai bagian dari wajah perayaan Lebaran di Jawa Barat, melengkapi tradisi lain seperti takbiran keliling dan halal bihalal yang juga berlangsung di berbagai daerah.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *