Bulog Buka 2026 dengan Cadangan Kuat, Stok Beras Pemerintah Tersisa 3,25 Juta Ton dari Capaian Strategis 2025

0
33
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Ketahanan stok beras nasional memasuki awal 2026 dinilai berada dalam kondisi aman. Perum Bulog mencatat cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang mencapai 3,25 juta ton per 2 Januari 2026, mencerminkan kesiapan negara dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, jumlah tersebut merupakan stok lanjutan atau carry over dari tahun sebelumnya. Dalam jumpa pers bertajuk Capaian Krusial Bulog 2025 dan Langkah Strategis 2026 di Jakarta, Jumat, ia menegaskan bahwa hingga akhir 2025, stok CBP PSO Bulog juga tercatat sebesar 3,25 juta ton.

Menurut Rizal, posisi stok tersebut melanjutkan tren positif pengelolaan cadangan beras nasional. Ia mengingatkan bahwa pada pertengahan 2025, Bulog sempat mencatat rekor stok tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar 4,2 juta ton. Kondisi ini, kata dia, menunjukkan peran Bulog sebagai instrumen negara dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung agenda Asta Cita Pemerintah menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Sepanjang 2025, Bulog juga mencatat pengadaan beras nasional setara beras sebesar 3.191.969 ton hingga 31 Desember 2025. Pengadaan tersebut berasal dari penyerapan 4.537.490 ton Gabah Kering Panen (GKP), 6.863 ton Gabah Kering Giling (GKG), serta 765.504 ton beras. “Capaian ini menjadi fondasi strategis dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah sekaligus menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, penyerapan GKP pada 2025 menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Perum Bulog dan tidak lepas dari kehadiran aktif perusahaan di lapangan. “Kami turun langsung ke petani untuk memastikan gabah terserap dengan harga sesuai ketentuan pemerintah. Ini bukan sekadar angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan fondasi penting menuju swasembada pangan,” kata Rizal. (Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini