Bupati Bogor Bareng Menko PMK Bahas Pemulihan Lahan dan Antisipasi Banjir di Hulu Ciliwung

0
34

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, membahas upaya pemulihan lahan serta langkah antisipasi banjir dan longsor di wilayah hulu Sungai Ciliwung, dalam rapat kerja tingkat Menteri di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta Pusat, Jumat (9/1/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang PMK Pratikno, serta dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, Wakil Menteri ATR/BPN H. Ossy Dermawan, B.S., M.Sc., dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, bersama perwakilan pemerintah daerah terkait.

Dalam rapat ini dibahas penguatan koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), dalam penanganan banjir secara terintegrasi di kawasan daerah aliran sungai (DAS).

Upaya penanganan meliputi pembangunan retensi air, penghijauan kembali, penguatan regulasi, mitigasi bencana, serta penegakan hukum di kawasan hulu, khususnya di wilayah Ciawi, Megamendung, dan Cisarua yang memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus melindungi masyarakat dari risiko bencana banjir dan longsor.

“Penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Rudy Susmanto dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu (10/1/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan pentingnya penanganan bencana banjir secara terintegrasi dan multisektor, khususnya di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung yang membentang dari Kabupaten Bogor hingga DKI Jakarta. “Harus ditangani dari hulu dan melibatkan berbagai sektor,” tegas Menko PMK

Lebih lanjut, Menko PMK menekankan pentingnya penguatan infrastruktur yang tangguh, rehabilitasi lingkungan melalui reboisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan regulasi, serta penegakan hukum yang konsisten. Seluruh upaya tersebut harus dilakukan secara komprehensif dan kolaboratif lintas kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.

(Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini