Kabarindo24jam.com | Ciampea – Ratusan anggota Forum RT RW Kabupaten Bogor mengikuti acara Silaturahmi dan konsolidasi organisasi di Saung Cinta di Desa – Kecamatan Ciampea, Minggu (31/8/2025). Dalam acara tersebut, mengemuka bahasan tentang kepesertaan BPJS, pembentukan pengurus kecamatan yang sedang berjalan dan program pemberdayaan RTRW.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Forum RTRW H.Cecep Gogom, Ketua Umum Forum RTRW Kabupaten Bogor Coky Pasaribu, Kepala Desa Ciampea yang juga pemilik Saung Cinta H.Maman Suparman, para pengurus Forum RTRW dan sejumlah ketua pengurus tingkat kecamatan.
Selain silaturahmi dan membahas program organisasi, mayoritas pengurus dan anggota Forum RTRW yang hadir juga mengutarakan harapannya agar Bupati Bogor Rudy Susmanto dapat menaikan insentif bulanan Ketua RTRW dari saat ini Rp 600 ribu menjadi Rp 1 juta seperti janji kampanye Bupati Rudy dan Wakil Bupati Ade Ruhandi saat Pilkada 2024 lalu.
Setidaknya, menurut sejumlah Ketua RTRW yang diberikan kesempatan menyampaikan aspirasi, mengharapkan kebijakan terkait insentif itu dapat direalisasi pada 2026 mendatang. Sebab insentif tersebut memang sangat dibutuhkan untuk menunjang operasional para Ketua RTRW dalam mengurus lingkungannya.
Selain itu, muncul juga harapan kedepan Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memfasilitasi permodalan ke Bank Jabar Banten atau Bank Syariah Tegar Beriman untuk kegiatan usaha mandiri para RTRW.
“Harapan para ketua RTRW ini tentunya akan diteruskan ke pak Bupati, dan kembali lagi itu adalah kebijakan beliau. Mengingat kondisi keuangan pusat dan daerah yang mengalami defisit sampai adanya efisiensi anggaran berbagai bidang,” ungkap Ketua Forum RTRW Kabupaten Bogor Coky Pasaribu menjawab aspirasi tersebut.
Dalam kesempatan itu, Coky juga menyinggung soal pemberdayaan Ketua RTRW melalui usaha mandiri, semacam warung digital, yang menjual jasa elektronik seperti pengisian token listrik, agen link Bank, pembelian pulsa seluler dan lain sebagainya. Bahkan kalau perlu warung RTRW bisa menjadi agen penjualan gas.
Terkait dengan eksistensi dan aktualisasi peran RTRW, Coky mengajak seluruh ketua lingkungan, baik yang tergabung ke dalam Forum RTRW atau belum bahkan juga yang tidak bergabung, agar terus bersinergi dengan kepala desa maupun BPD dan lembaga-lembaga kewilayahan desa, dalam upaya membangun wilayahnya masing-masing.
“Selain itu, mari kita dukung pembangunan Kabupaten Bogor yang dicanangkan sekaligus dilaksanakan oleh Bupati Rudy Susmanto saat ini. RTRW sebagai ujung tombak pelayanan warga, tentu wajib bersinergi dengan Pemkab Bogor dalam memajukan daerah,” imbuh Coky.
Ketua panitia, Eka Nugraha, menegaskan bahwa forum ini bisa berjalan berkat kekompakan seluruh anggotanya. “Acara yang sebenarnya digelar tiap empat bulan ini menjadi wadah silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antar-RT RW di seluruh Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Eka yang juga menjabat Kepala Bidang UMKM Forum RTRW, menilai banyak pengurus masih disibukkan dengan kegiatan peringatan HUT RI. “Kami berharap ke depan forum bisa lebih besar tanpa melupakan tujuan awal, yakni sebagai mitra pemerintah daerah,” kata Ketua RW di Kecamatan Nanggung ini.
Dalam kesempatan itu, Lurah Ciampea H. Maman Suparman yang didaulat menyampaikan pengalamannya membina dan mengayomi para Ketua RTRW, mengingatkan pentingnya peran RTRW menjaga kondusifitas wilayah. Ia menekankan agar ketua RT dan RW bisa meredam warganya dari provokasi di tengah situasi politik dan sosial yang kurang stabil sekarang ini.
Maman juga menyinggung program desa digital yang akan segera diterapkan di wilayah Kabupaten Bogor di tahun 2026. “Teknologi harus dimanfaatkan sebagai fasilitas untuk memudahkan pelayanan masyarakat,” ucapnya.
Sementara Cecep Gogom, selaku pembina, mengingatkan perjuangan mendirikan forum sejak 2022 bukan hal mudah. Ia berharap forum bukan hanya penyambung aspirasi, tetapi juga memiliki unit usaha sendiri. “Ke depan forum sebaiknya punya dana mandiri, misalnya melalui koperasi. Organisasi harus dibenahi dan diperbesar hingga bisa berperan dalam setiap kegiatan pembangunan daerah,” ucapnya.
Nada serupa disampaikan Ketua Harian Forum RTRW, Saeful Rijal, yang mendorong pengurus lebih tertib dan solid. Ia menyinggung manfaat program BPJS dan Pemkab Bogor bagi Ketua RTRW, termasuk santunan kematian Rp42 juta yang sudah diklaim di 298 desa.
Acara ditutup dengan sesi pemaparan tata cara pembentukan forum tingkat kecamatan, serta penjelasan dari BPJS terkait manfaat perlindungan hingga Rp70 juta bagi ketua RT RW yang terdaftar. Forum juga menekankan pentingnya memperbaiki kualitas ibadah, menjaga silaturahmi, dan berbagi manfaat nyata bagi masyarakat di tengah kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja. (Man)