Bupati Bogor Ingin Pembangunan Lebih Terarah dan Berdampak Langsung Bagi Masyarakat

0
13
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Cibinong – Tahapan awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 telah dimulai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Dalam kegiatan penyusunan RKPD ini, Bupati Bogor Rudy Susmanto ingin memastikan arah pembangunan lebih terukur, terarah, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Bupati Rudy Susmanto menegaskan bahwasanya penyusunan RKPD 2027 menjadi momentum strategis untuk memanfaatkan waktu pembangunan secara maksimal melalui perencanaan yang matang dan keputusan yang tepat sejak dini.

“Perencanaan tidak boleh ragu, pelaksanaan tidak boleh tertunda, dan hasilnya harus berdampak nyata bagi masyarakat Kabupaten Bogor, itu yang harus kita pastikan” ujar Rudy Susmanto yang juga Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra ini dalam keterangannya yang dikutip, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, Pemkab Bogor sudah menggelar rapat penyusunan RKPD pada Selasa (10/2), sebagai bagian dari koordinasi awal sebelum masuk ke tahapan penyusunan RKPD 2027 secara menyeluruh, sekaligus memastikan arah kebijakan dan program prioritas lima tahunan sesuai visi dan misi kepala daerah.

Selain itu, Pemkab Bogor juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan tahun 2025 sebagai dasar perbaikan dan penyempurnaan program di tahun berikutnya. “Kita evaluasi mana program yang perlu dilanjutkan, mana yang ditambahkan, dan apa saja yang harus disempurnakan agar program ke depan lebih terarah,” katanya.

Bupati Rudy menegaskan arah pembangunan Kabupaten Bogor tetap difokuskan pada sektor prioritas, meliputi infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan, dengan output pembangunan yang jelas dan berkelanjutan.

Di sektor kesehatan, Pemkab Bogor menyiapkan pengembangan rumah sakit dengan spesialisasi tertentu, antara lain RSUD Cibinong yang diarahkan menjadi rumah sakit khusus kanker serta RSUD Ciawi sebagai rumah sakit jantung.

Menurut Rudy, pembangunan daerah tidak boleh berjalan tanpa fokus dan arah yang jelas karena berpotensi menghasilkan program yang terlihat penting namun tidak optimal dalam manfaatnya. “Ke depan pembangunan harus terarah, berkelanjutan, dan sesuai skala prioritas yang disepakati bersama,” ujarnya.

Terkait waktu pembahasan RKPD yang dimulai sejak awal 2026, Rudy menyampaikan seluruh tahapan perencanaan telah berjalan mulai dari musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat desa hingga kecamatan.

Sebelum Musrenbang RKPD digelar, Pemkab Bogor perlu memiliki pedoman besar pembangunan lima tahunan yang terstruktur dan berbasis prioritas sebagai landasan kebijakan. “Pembangunan tidak boleh berdasarkan subjektivitas, tetapi harus dirapatkan dan disepakati bersama sebagai skala prioritas,” pungkas Rudy. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini