Kabarindo24jam.com | Cibinong – Bupati Bogor Rudy Susmanto menetapkan Desa Gunung Putri sebagai prototipe desa percontohan yang akan dibangun secara menyeluruh pada 2026, melalui intervensi lintas perangkat daerah guna mempercepat infrastruktur, penerangan, legalitas lahan, dan ekonomi warga.
Bupati Rudy menegaskan pembangunan desa tidak cukup berhenti pada apresiasi simbolik, tetapi harus terlihat dalam perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Khusus Desa Gunung Putri, dinilai layak mendapat perhatian khusus setelah meraih Juara Ketiga ajang Gapura Seribu Padjadjaran tingkat Provinsi Jawa Barat belum lama ini.
Rudy menyebut prestasi tersebut membawa nama baik Kabupaten Bogor karena mewakili 416 desa dan 19 kelurahan di wilayahnya. “Bukan soal juara satu, dua, atau tiga, tapi Desa Gunung Putri sudah membawa nama baik Kabupaten Bogor, maka wajah desanya harus benar-benar berubah,” tegas Rudy dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (10/2/2026).
Dia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang memperbaiki dan menata infrastruktur jalan, sekaligus menginventarisasi kewenangan penanganan jalan lingkungan dan saluran irigasi. Pengelolaan sumber daya air, khususnya Setu Gunung Putri, diminta segera ditangani agar bisa dimanfaatkan secara optimal bagi kebutuhan warga.
Bupati Rudy juga mendorong percepatan legalitas lahan melalui program redistribusi tanah agar masyarakat memperoleh kepastian hukum kepemilikan. “Percepatan legalitas lahan melalui program redistribusi tanah agar masyarakat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan lahan harus diprioritaskan. Agar tidak ada lagi jawaban “masih dalam proses” tanpa kepastian waktu,” ujarnya.
Di sektor perhubungan, Rudy menginstruksikan pemasangan Penerangan Jalan Umum agar wilayah Gunung Putri tidak gelap pada malam hari. Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diminta mengkaji pengadaan kapal wisata di Setu Gunung Putri yang dapat berfungsi ganda untuk mitigasi bencana dan penguatan ekonomi.
Selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup diminta melakukan penghijauan untuk mengubah citra kawasan industri melalui program pembagian bibit buah ke rumah warga. Program bibit buah ditargetkan menjadikan Gunung Putri berkembang sebagai sentra buah dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Dinas Komunikasi dan Informatika juga diarahkan mendorong transformasi kantor desa menjadi kantor desa digital agar pelayanan publik lebih cepat dan transparan. Penguatan identitas wilayah di Exit Tol Gunung Putri ditargetkan menjadi penanda gerbang masuk Kabupaten Bogor sekaligus promosi desa wisata.
“Ketika orang keluar dari Exit Tol Gunung Putri, harus langsung tahu bahwa mereka masuk Kabupaten Bogor, bahkan ke Desa Wisata Gunung Putri,” ujar Rudy seraya menyebut target setelah Hari Raya Idul Fitri, seluruh perangkat daerah bersama pemerintah desa bergerak serentak agar pembangunan Gunung Putri menjadi model yang bisa diterapkan di desa lain. (Dul/*)





