China Tawarkan Jalur Hainan sebagai Gerbang Ekspor Arak Bali ke Pasar Global

0
36
Konsul Jenderal (Konjen) China Zhang Zhisheng (tengah), Wakil Konjen Zhu Yu (kiri) dan Atase Konjen Chen Yucheng di sela-sela simposium dengan media di Denpasar, Bali, Jumat malam (30/1/2026).

Kabarindo24jam.com | Bali – Peluang ekspor produk Bali ke pasar global kian terbuka, seiring dukungan kebijakan perdagangan lintas negara. Salah satu produk yang dinilai memiliki prospek besar adalah arak Bali, minuman tradisional yang kini mulai dilirik sebagai komoditas bernilai tambah untuk pasar internasional.

Konsul Jenderal China Zhang Zhisheng menilai Tiongkok, khususnya melalui Provinsi Hainan, dapat menjadi pintu masuk strategis bagi produk Bali, termasuk arak. Ia menekankan bahwa relaksasi fiskal dan kemudahan kepabeanan di wilayah tersebut membuka ruang luas bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk menjangkau konsumen China.

Peluang arak Bali menembus pasar Tiongkok menguat seiring penerapan Hainan Free Trade Port (FTP) yang menawarkan tarif nol, tarif rendah, serta sistem perpajakan yang sederhana. Hal itu disampaikan Konjen China Zhang Zhisheng saat simposium bersama media di Denpasar, Jumat malam. Menurut dia, kebijakan tersebut memungkinkan produk bernilai tambah tinggi dari luar negeri masuk ke pasar China dengan hambatan minimal.

Zhang menjelaskan, mulai Desember 2025 seluruh Pulau Hainan akan memberlakukan operasi pabean khusus. Produk dari luar negeri, termasuk Indonesia, dapat dikirim langsung ke Hainan sehingga memangkas waktu dan biaya logistik. Bahkan, produk dengan nilai tambah minimal 30 persen dapat dipasarkan ke daratan Tiongkok tanpa dikenakan bea masuk. “Saya berharap rencana bisnis ini bisa memberi keuntungan untuk fasilitasi arak ke pasar Tiongkok,” ujarnya.

Penguatan peluang ekspor ini sejalan dengan langkah Pemerintah Provinsi Bali yang terus mendorong legalitas dan kualitas arak lokal. Sejak diterbitkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020, arak, brem, dan tuak Bali memiliki kepastian hukum dari sisi produksi hingga pemasaran. Saat ini tercatat 58 merek arak lokal berkembang pesat dan dinilai mampu bersaing secara internasional, didukung data BPS Bali yang menempatkan minuman beralkohol dalam 10 besar kinerja ekspor daerah, dengan China sebagai salah satu tujuan utama ekspor Bali. (Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini