Cuaca Ekstrem Landa Bali, BMKG Keluarkan Peringatan Hingga 26 Febuari

0
105

Kabarindo24jam.com | DENPASAR, BALI — Sejak Senin malam hingga Selasa (24/2), cuaca ekstrem melanda Pulau Bali dengan intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang dan banjir di sejumlah wilayah, menurut data resmi dari instansi terkait.

Denpasar telah menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diberlakukan di Bali untuk periode 24–26 Februari 2026. Peringatan ini mencakup klasifikasi cuaca mulai dari waspada hingga awas berupa hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem, serta potensi angin kencang dan petir di sejumlah kabupaten/kota.

Menurut prakiraan BMKG, sejumlah wilayah seperti Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Kota Denpasar diperkirakan akan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada Selasa. Masyarakat diimbau terus memantau perkembangan informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca buruk.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mencatat 76 titik kejadian bencana yang dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem sejak Senin malam hingga siang ini. Sebagian besar kejadian berupa banjir (42 titik), diikuti oleh tanah longsor, pohon tumbang, dan satu kejadian angin puting beliung.

Beberapa wilayah terutama di kota dan kabupaten Denpasar dan Badung dilaporkan mengalami genangan air dan banjir permukiman akibat hujan tinggi yang berlangsung berkepanjangan.

Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai di Denpasar tetap berjalan normal meskipun sempat terdampak hujan lebat dan angin kencang. Beberapa penerbangan sempat dialihkan, namun kondisi di bandara dilaporkan kembali stabil pada Selasa sore.

Di Kabupaten Badung, otoritas pendidikan melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga menganjurkan sekolah dapat menerapkan pembelajaran daring apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman untuk kegiatan tatap muka.

BMKG juga memprakirakan potensi angin kencang dengan kecepatan sekitar 45–48 km/jam di sejumlah wilayah Bali dan peningkatan tinggi gelombang laut hingga sekitar 4 meter di perairan selatan pulau. Kondisi ini dapat mempengaruhi kegiatan laut dan transportasi perairan.

Selain itu, nowcasting BMKG menunjukkan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang pada rentang waktu pendek di beberapa kecamatan Bali hingga malam.

Instansi resmi menyarankan warga dan pengunjung Bali untuk memantau informasi terkini dari BMKG dan BPBD, menghindari daerah rawan banjir atau longsor, serta menaati arahan keselamatan publik selama masa peringatan cuaca ekstrem berlangsung.

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini