Kabarindo24jam.com | Bengkulu – Suasana duka menyelimuti wilayah Kecamatan Ketahun setelah seorang anak berusia delapan tahun, murid Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Bengkulu Utara, meninggal dunia pada Minggu (1/3) malam. Bocah bernama M. Fatih itu sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif akibat gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi paket makanan program MBG.
Berdasarkan rangkaian informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, korban sempat dibawa ke RSUD Lagita dalam kondisi lemah sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Bengkulu. Di fasilitas kesehatan terakhir itulah Fatih dinyatakan meninggal dunia setelah tidak sadarkan diri.
Penelusuran awal menyebutkan, sebelum mengalami gejala yang mengarah pada dugaan keracunan makanan, korban diketahui mengonsumsi burger yang termasuk dalam paket MBG. Makanan tersebut disebut berasal dari dapur penyedia SPPG Giri Kencana.
Seorang pria bernama Andi, yang disebut sebagai perwakilan pengelola dapur, mengungkapkan kepada wartawan bahwa menu burger tersebut dipasok oleh kerabat dekat pemilik dapur yang tinggal di kawasan Unit 1. Wilayah yang dimaksud kini dikenal sebagai Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, kawasan yang dulunya merupakan lokasi penempatan transmigrasi.
Meski dugaan mengarah pada konsumsi makanan tertentu, hingga kini belum ada hasil uji laboratorium atau keterangan resmi dari pihak berwenang yang memastikan penyebab pasti kondisi yang dialami korban. Aparat dan instansi terkait disebut masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri rantai distribusi serta proses pengolahan makanan.
Sampai laporan ini diterbitkan, pengelola SPPG Giri Kencana belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Publik pun menunggu kejelasan hasil investigasi guna memastikan ada tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa yang merenggut nyawa seorang anak ini. (Wen*/)
Dugaan Keracunan Paket MBG, Siswa MIN 2 Ketahun Meninggal






