Kabarindo24jam.com | JAKARTA, 21 Maret 2026 – Sejumlah perangkat elektronik sehari-hari seperti SIM card, ponsel, hingga komputer lama ternyata mengandung logam mulia emas. Namun, kandungan tersebut umumnya sangat kecil sehingga tidak selalu ekonomis untuk diekstrak secara mandiri.
Emas digunakan dalam komponen elektronik karena sifatnya yang tahan korosi dan memiliki konduktivitas listrik tinggi, sehingga mampu menjaga stabilitas koneksi pada perangkat seperti chip, motherboard, dan konektor.
Pada perangkat kecil seperti SIM card dan ponsel, emas biasanya hanya berupa lapisan tipis di bagian chip atau papan sirkuit. Kandungannya sangat minim sehingga secara praktis tidak bernilai jika dikumpulkan dalam jumlah sedikit.
Sebaliknya, perangkat komputer—terutama model lama memiliki kandungan emas lebih tinggi. Rata-rata satu unit komputer dapat mengandung sekitar 0,2 gram emas, terutama pada bagian prosesor dan modul memori.
Motherboard juga diketahui mengandung sekitar 0,02 hingga 0,2 gram emas tergantung jenis dan usia perangkat.
Sementara itu, prosesor generasi lama seperti seri Pentium dilaporkan memiliki kandungan emas lebih besar dibandingkan perangkat modern. Dalam beberapa kasus, satu unit prosesor lama bahkan dapat mengandung hingga sekitar 0,1–1 gram emas, tergantung tipe dan materialnya.
Komponen yang Paling Kaya Emas
Beberapa bagian elektronik yang diketahui mengandung emas antara lain:
Prosesor (CPU)
RAM (bagian konektor/gold finger)
Motherboard
Papan sirkuit (PCB) pada ponsel dan komputer.
Komponen-komponen tersebut menggunakan lapisan emas untuk meningkatkan keandalan dan daya tahan perangkat.
Bisa Diekstrak, Tapi Tidak Sederhana
Secara teknis, emas dalam limbah elektronik atau e-waste dapat diekstrak melalui proses kimia tertentu.
Namun, proses ini tidak sederhana dan membutuhkan teknologi serta penanganan bahan berbahaya secara khusus.
Selain itu, jumlah emas yang kecil membuat proses ekstraksi baru bernilai ekonomis jika dilakukan dalam skala besar. Sebagai gambaran, untuk mendapatkan beberapa gram emas, dibutuhkan pengolahan dari ratusan hingga ribuan unit perangkat elektronik.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan mencatat bahwa limbah elektronik global mengandung miliaran dolar nilai emas, tetapi pemulihannya memerlukan teknologi yang aman dan berkelanjutan.
Meski perangkat seperti SIM card, ponsel, dan komputer lama mengandung emas, nilai ekonominya sangat bergantung pada jumlah dan jenis perangkat. Komputer lama dan prosesor generasi awal menjadi sumber yang lebih potensial, sementara SIM card dan ponsel modern hanya mengandung emas dalam jumlah sangat kecil.
Ekstraksi emas dari limbah elektronik tetap memungkinkan, tetapi umumnya lebih efektif dilakukan oleh industri pengolahan profesional dengan skala besar dan teknologi khusus.
(Ls/*)







