Kabarindo24jam.com | Middle East – Awal Konflik dan Pemicu Eskalasi Besar
Konflik militer berskala besar antara AS-Israel dan Iran dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, ketika Israel bersama AS melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran.
Serangan bernama operasi Roaring Lion (oleh Israel) dan Epic Fury (oleh AS) menyasar fasilitas militer, instalasi rudal, pusat komando, serta fasilitas strategis Iran di berbagai kota termasuk Teheran.

Pukul 09:45 waktu setempat serangan dipicu oleh jet tempur Israel, rudal presisi AS, serta drone serang – dengan tujuan menghancurkan kemampuan militer dan jaringan komando Iran.
Serangan awal ini juga termasuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian dikonfirmasi oleh pemerintah Iran sebagai tewas akibat serangan tersebut.
28–29 Februari 2026 — Serangan AS dan Israel ke Iran
Gedung komando militer dan fasilitas rudal di Teheran dan kota-kota lain menjadi target. Lebih dari 1.000 target dilaporkan ditumbangkan oleh gabungan serangan AS & Israel.

Data resmi sejauh ini belum menyebutkan jumlah total misil/drone yang diluncurkan oleh AS & Israel, namun operasi gabungan ini melibatkan:
Rudal jelajah dari kapal dan darat
Jet tempur F-16, F-22, F-18
Bom strategis termasuk B-2
Drone serang tak berawak.
Retaliasi Iran (28 Feb – 1 Mar)
Iran membalas dengan meluncurkan puluhan hingga ratusan rudal balistik dan drone ke arah:
Wilayah Israel
Pangkalan militer AS di UAE, Kuwait, Bahrain, Qatar, Oman
Wilayah Teluk Persia secara luas.
Menurut kementerian pertahanan UEA, sejak 28 Februari Iran telah meluncurkan total sekitar:
165 rudal balistik
541 drone serang Sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara regional.
Data Korban Jiwa dan Kerusakan (hingga 2 Maret 2026)
Korban Utama di Iran
201 orang tewas, termasuk jumlah besar warga sipil.
747+ orang terluka (Red Crescent Iran),
Satu serangan di sekolah dasar di Minab dilaporkan menewaskan puluhan anak.
Korban di Israel dan Negara Lain
Berdasarkan kombinasi laporan:
Israel: Sekitar 9 orang tewas, puluhan luka.
AS: 3 anggota militer tewas dalam operasi, beberapa luka serius.
Uni Emirat Arab: 3 warga asing tewas, puluhan luka akibat rudal/drone Iran.
Beberapa negara Teluk lainnya (Kuwait, Qatar, Bahrain, Oman): korban luka tewas dan cedera dilaporkan dalam jumlah kecil.

Iran melancarkan serangan Balasan ke beberapa kategori target: Kota dan Infrastruktur Israel
Tel Aviv
Haifa
Yerusalem dan wilayah sekitarnya
Pangkalan AS di kawasan Teluk
Bahrain (Markas Armada Kelima)
Qatar (Al Udeid Air Base)
UEA (Al Dhafra, Dubai)
Wilayah Laut & Komersial
Serangan di sekitar Selat Hormuz efektif menghentikan sebagian besar pelayaran kapal tanker.
Situasi Terkini — 2 Maret 2026, Perang Masih Berkembang
Serangan udara dan rudal masih terjadi antara kubu AS-Israel dan Iran.
ISIS-Hezbollah (kelompok pro-Iran di Lebanon) telah meluncurkan roket ke Israel, yang dibalas dengan serangan udara Israel ke wilayah Beirut.
Kondisi Militer
Israel berada dalam keadaan darurat nasional sejak 28 Februari.
Serangan Iran dilaporkan telah dipantau dan dicegat oleh berbagai sistem pertahanan udara di negara Teluk seperti UEA.
Kondisi Ekonomi & Global
Harga minyak dunia melonjak menyusul gangguan transit di Selat Hormuz.Harga emas dunia meningkat tajam sebagai respons terhadap gejolak geopolitik.
PBB dan sejumlah negara mengecam eskalasi konflik.
Rencana perundingan diplomatik masih dalam tekanan kuat di tengah perang aktif. Konflik berskala besar dimulai sejak 28 Februari 2026 akibat serangan gabungan AS-Israel ke Iran.
Iran telah melakukan balasan dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke Israel serta pangkalan AS di Teluk. Korban jiwa telah terkonfirmasi di Iran, Israel, AS, dan beberapa negara Teluk dengan ratusan luka serta puluhan kematian.
Perang masih berlangsung per 2 Maret 2026, dengan serangan lanjutan dan eskalasi regional, termasuk aksi oleh proxy seperti Hezbollah.
(Ls/*)
