Gelombang Kekerasan di Nigeria Berlanjut, Puluhan Tewas Dalam Serangan Terbaru

Kabarindo24jam.com | Abuja – Gelombang kekerasan bersenjata kembali melanda Nigeria bagian tengah. Serangan terbaru di negara bagian Plateau dilaporkan menewaskan sedikitnya puluhan warga sipil, menambah panjang daftar insiden berdarah sejak awal tahun 2026.

Menurut laporan media internasional, kelompok bersenjata menyerang permukiman warga di wilayah Jos North pada malam hari. Sedikitnya 20 orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Bacaan Lainnya

Otoritas setempat merespons dengan memberlakukan jam malam guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Dalam insiden terpisah di kawasan yang sama, serangan lain juga dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang. Rangkaian peristiwa ini menegaskan bahwa situasi keamanan di wilayah tersebut masih rapuh.

Kekerasan yang terjadi bukan peristiwa tunggal. Sepanjang 2026, sejumlah serangan besar telah dilaporkan di berbagai wilayah Nigeria, dengan korban jiwa mencapai puluhan hingga ratusan orang dalam beberapa insiden.

Serangan tersebut melibatkan berbagai aktor, mulai dari kelompok ekstremis seperti Boko Haram hingga kelompok bersenjata lokal dan jaringan kriminal

Pengamat menilai konflik di Nigeria bersifat kompleks dan tidak dapat disederhanakan hanya sebagai konflik agama.
Sejumlah faktor yang berkontribusi antara lain:
persaingan lahan antara petani dan penggembala
ketegangan etnis dan ekonomi
aktivitas kelompok bersenjata dan bandit
lemahnya pengawasan keamanan di wilayah tertentu.
Di Plateau State, konflik kerap melibatkan komunitas dengan latar belakang berbeda, namun juga bercampur dengan unsur kriminalitas.

Video Viral Belum Terverifikasi
Di tengah meningkatnya kekerasan, beredar video di media sosial yang memperlihatkan mayat tergeletak di sepanjang jalan dan diklaim sebagai kejadian terbaru di Nigeria.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi dari media internasional kredibel maupun otoritas resmi terkait lokasi, waktu, dan kebenaran video tersebut.

Tanpa verifikasi yang jelas, konten tersebut berpotensi merupakan rekaman lama atau disebarkan dengan konteks yang tidak akurat.

Kondisi keamanan di Nigeria hingga saat ini masih menjadi perhatian, dengan kekerasan yang terus berulang di sejumlah wilayah. Meski demikian, publik diimbau untuk tetap berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, terutama yang belum terverifikasi

(Ls/*)

Sumber:
Reuters, Associated Press (AP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *