Kabarindo24jam.com |Riyadh/Dubai – Ketegangan di kawasan Teluk meningkat setelah insiden serangan drone yang menyasar fasilitas diplomatik Amerika Serikat di wilayah Timur Tengah, Selasa (3/3/2026).
Insiden di Riyadh, Arab Saudi
Otoritas keamanan di Riyadh, Arab Saudi, melaporkan bahwa kompleks United States Embassy in Riyadh terdampak serangan drone pada Selasa pagi, 3 Maret 2026, sekitar pukul 09.40 waktu setempat (AST).
Menurut pernyataan resmi otoritas setempat:
Dua unit drone teridentifikasi memasuki wilayah udara ibu kota.
Sistem pertahanan udara mencegat sebagian ancaman.
Satu drone dilaporkan jatuh di area luar kompleks diplomatik, memicu kebakaran kecil.
Tidak ada korban jiwa dari staf diplomatik AS. Tiga petugas keamanan lokal dilaporkan mengalami luka ringan akibat serpihan dan telah mendapat perawatan medis.
Tidak ada laporan warga sipil terluka.
Api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam.
Aktivitas kedutaan untuk sementara dibatasi dan staf non-esensial diminta tetap berada di tempat aman.
Situasi di Dubai, Uni Emirat Arab
Sementara otoritas pertahanan menyatakan terjadi gangguan akibat serpihan drone dalam gelombang serangan regional pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026, sekitar pukul 02.15 waktu setempat (GST).
Area sekitar U.S. Consulate General Dubai sempat terdampak kebakaran kecil akibat jatuhnya pecahan drone yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara, dan tidak ada korban terdampak dalam kejadian ini.
Insiden di Riyadh dan gangguan di Dubai terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer di kawasan Teluk. Beberapa negara melaporkan intersepsi drone dan rudal dalam 24 jam terakhir.
Otoritas di masing-masing negara menyatakan situasi kini berada dalam pemantauan ketat, untuk pengamanan fasilitas diplomatik dan instalasi strategis diperketat.
(Ls/*)







