Dalam amanat Presiden yang dibacakannya Bupati Rudy Susmanto menyampaikan, ancaman terhadap negara saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berkembang dalam bentuk perang siber, gerakan radikalisme, serta ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi.
“Oleh karena itu, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” ucap Rudy.
Rudy juga menyampaikan, peringatan Hari Bela Negara setiap tanggal 19 Desember merupakan pengingat atas berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat bela negara mampu menjaga Republik Indonesia tetap berdiri di tengah ancaman agresi militer.
“Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas, khususnya kepada masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi ujian bencana alam,” kata Rudy.
Ia melanjutkan, ketiga wilayah ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa, mulai dari Aceh sebagai “Daerah Modal” kemerdekaan, Sumatera Utara dengan semangat juang Medan Area, hingga Sumatera Barat yang melahirkan PDRI sebagai penyelamat Republik Indonesia pada masa paling kritis.
“Cinta tanah air harus diwujudkan dalam tindakan nyata, antara lain dengan membantu sesama yang terdampak bencana, menjaga ruang digital dari hoaks, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan sesuai peran dan profesi masing-masing,” ungkap Rudy. (Dul/*)





