IHSG Masuk Zona Koreksi, Pelaku Pasar Cermati Sentimen Domestik dan Global

0
167

|kabarindo24jam.com. Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I Senin (2/2/2026) mencatat pelemahan tajam hingga 5,31 persen ke level 7.887,16, setelah sepanjang perdagangan sempat bergerak di zona merah dieskalasi oleh tekanan jual masif di hampir seluruh saham, serta seluruh sektor mengalami koreksi signifikan.

Pelemahan ini terjadi meskipun pemerintah dan otoritas terkait sebelumnya meyakini pasar akan menguat.

Menurut data perdagangan dan analis:
Sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI)
Pelemahan pasar utama dipicu oleh keputusan MSCI menahan rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia menyusul kekhawatiran terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan kualitas data free float. Dengan kondisi ini, indeks saham Indonesia berpotensi mendapat penurunan bobot atau bahkan relokasi status dari emerging market menjadi frontier market jika perbaikan tidak terlihat hingga deadline Mei 2026.

Pasar juga diguncang oleh pengunduran diri sejumlah pejabat tinggi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), yang memicu kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan pasar modal. Hal ini turut menciptakan ketidakpastian psikologis pelaku pasar.

Selain faktor domestik, kondisi pasar saham regional yang juga cenderung melemah turut memperberat tekanan pada IHSG, di mana investor memilih untuk mencairkan aset berisiko dan memindahkan dana ke instrumen yang lebih aman.

Pemerintah bersama otoritas pasar modal aktif melakukan berbagai upaya untuk merespons gejolak pasar:
Lobi dan Komunikasi dengan MSCI
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan OJK menggelar pertemuan daring dengan perwakilan MSCI pada Senin (2/2/2026) untuk membahas perbaikan tata kelola pasar modal dan komitmen terhadap transparansi data free float saham.

Pertemuan ini dimaksudkan untuk meyakinkan MSCI agar mempertahankan posisi saham Indonesia dalam indeks global dan mengurangi tekanan terhadap IHSG.

OJK telah mengajukan proposal baru yang mencakup peningkatan keterbukaan data kepemilikan saham di bawah 5 persen kepada MSCI, sebagai upaya memenuhi standar investability global dan mendukung kriteria indeks global.

Pernyataan Pejabat Pemerintah dan Pendukung Pasar
Beberapa pejabat pasar dan pelaku industri menyatakan sudah melakukan lobi intensif dengan investor global dalam beberapa hari terakhir, serta merespon positif langkah reformasi pasar modal Indonesia dalam rangka memperbaiki sentimen investor asing.

Anjloknya IHSG berpotensi membawa sejumlah dampak ekonomi:
Tekanan Kepada Likuiditas Pasar Saham
Aksi jual masif yang terjadi menyebabkan mayoritas saham mengalami koreksi, menurunkan kapitalisasi pasar dan menciptakan risiko likuiditas yang lebih rendah di bursa.

Kekhawatiran soal investability pasar modal Indonesia dapat mempercepat arus keluar modal asing, menekan permintaan aset berisiko dan memperlemah nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

Penurunan indeks saham dan volatilitas pasar modal dapat berpotensi mempengaruhi pembiayaan perusahaan serta menekan kepercayaan usaha untuk ekspansi, seiring keputusan investasi yang ditangguhkan oleh pelaku pasar.

Pihak otoritas pasar dan pemerintah menargetkan reformasi pasar modal dapat rampung sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh MSCI pada Mei 2026, termasuk peningkatan batas free float dan struktur tata kelola pasar yang lebih transparan. Respons investor terhadap hasil lobi dan reformasi ini akan sangat menentukan arah IHSG dalam beberapa pekan mendatang.

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini