Kabarindo24jam.com | BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor mencatat capaian investasi yang cukup signifikan sepanjang semester pertama 2025. Dari target Rp26 triliun, realisasi investasi sudah menembus angka Rp14 triliun.
Pencapaian ini melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Pada 2024, dari target Rp18 triliun, Pemkab Bogor berhasil melampaui dengan realisasi Rp22,9 triliun.
Kepala Bidang Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor, Dadang Rusmana, menyatakan optimistis target tahun ini akan terpenuhi. Ia menilai langkah yang telah dilakukan jajaran Pemkab menjadi faktor penting dalam mendorong minat investor.
“Sejumlah upaya sudah dan sedang dilakukan, mulai dari penyusunan feasibility study, mengikuti pameran di dalam negeri, hingga menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain, Pemprov Jawa Barat, maupun pemerintah pusat. Karena itu kami optimis target investasi bisa tercapai bahkan melampaui,” kata Dadang kepada wartawan, Minggu, 31 Agustus 2025.
Meski menghadapi keterbatasan lahan akibat aturan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Dadang menegaskan hal itu tidak menjadi hambatan berarti. Menurutnya, lahan non-LP2B tetap tersedia dan dapat ditawarkan kepada investor tanpa melanggar aturan. “Justru ini menjadi tantangan bagi kami. Lahan non-LP2B yang kami prioritaskan untuk investasi,” ujarnya.
Lebih jauh, Dadang menjelaskan sektor properti dan industri masih mendominasi minat investor di Kabupaten Bogor. Dari 25 sektor yang terbuka, bidang perumahan, perkantoran, industri, hingga agrowisata dan agroindustri menjadi yang paling diminati. “Saat ini Pemkab Bogor sudah membuka kawasan industri baru, antara lain di Jasinga dan Gunung Sindur,” ucapnya.
Dengan berbagai strategi tersebut, Pemkab Bogor berharap investasi yang masuk tidak hanya menumbuhkan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Bumi Tegar Beriman.