Kabarindo24jam.com | Teheran – Pemerintah Iran dilaporkan menggunakan sistem kamera pengawas cerdas yang terintegrasi dengan basis data nasional untuk menegakkan aturan berpakaian di ruang publik.
Teknologi tersebut memungkinkan otoritas mengirimkan pesan singkat (SMS) peringatan secara otomatis kepada individu yang terdeteksi melanggar ketentuan.
Kebijakan ini mendapat perhatian luas sejak gelombang protes nasional yang dipicu kematian Mahsa Amini pada 2022.
Perempuan berusia 22 tahun itu meninggal setelah ditahan oleh aparat penegak aturan berpakaian, memicu demonstrasi di berbagai wilayah Iran.
Menurut pernyataan kepolisian Iran, kamera pengawas yang dipasang di sejumlah jalan utama, pusat transportasi, dan fasilitas publik digunakan untuk mendeteksi dugaan pelanggaran aturan berpakaian. Sistem tersebut memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan pengenalan wajah untuk membantu proses identifikasi.
Apabila sistem mendeteksi pelanggaran, data visual akan dicocokkan dengan basis data resmi, termasuk registrasi kendaraan dan informasi identitas lainnya.
Jika identitas berhasil dikenali, pemilik kendaraan atau individu terkait dapat menerima pesan SMS yang berisi pemberitahuan mengenai pelanggaran yang tercatat dalam sistem.
Selain kamera pengawas, otoritas juga mengoperasikan aplikasi pelaporan bernama Nazer, yang memungkinkan petugas maupun masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran dengan memasukkan nomor kendaraan, waktu, dan lokasi kejadian.
Laporan tersebut kemudian diproses dalam sistem yang dapat memicu pengiriman peringatan otomatis kepada pemilik kendaraan.
Sejumlah laporan lembaga internasional menyebut penggunaan teknologi tersebut sebagai bagian dari perluasan sistem pengawasan digital di Iran.
Teknologi ini menggabungkan jaringan kamera, analisis data, serta infrastruktur telekomunikasi untuk memantau kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di ruang publik.
Sementara itu, organisasi hak asasi manusia menyatakan bahwa penggunaan teknologi pengawasan untuk penegakan aturan berpakaian menimbulkan kekhawatiran terkait perlindungan privasi dan kebebasan sipil.
Pemerintah Iran menyatakan kebijakan tersebut bertujuan memastikan penerapan hukum yang berlaku di negara tersebut.
Di beberapa kota besar Iran, laporan media internasional menunjukkan sebagian perempuan tetap memilih tidak mematuhi aturan berpakaian di ruang publik, meskipun sistem pengawasan teknologi semakin diperluas.
(Ls/*)







