Jumat, 29 Agustus 2025

Jaksa Agung Minta Anak Buahnya Jaga Integritas dan Hati Nurani

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, kembali mengingatkan betapa pentingnya transformasi jaksa menjadi aparat penegak hukum yang berintegritas, berkeadilan, humanis, akuntabel, dan modern untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Integritas merupakan fondasi utama penegakan hukum. Tanpa integritas, keadilan dan keberlangsungan hukum tidak akan terwujud. Seorang Jaksa harus menyeimbangkan kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan dengan landasan hati nurani,” tegas Burhanuddin dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (28/8//2025).

Jaksa Agung juga mengingatkan para Jaksa untuk menanamkan lima karakter utama sesuai nilai Tri Krama Adhyaksa, yaitu Soliditas – menjaga jiwa korsa dan kebersamaan demi penguatan institusi, Integritas – konsistensi antara hati, ucapan, dan tindakan berlandaskan nilai kebenaran dan kemanusiaan.

Kemudian Gigih – pantang menyerah dalam menghadapi kompleksitas tugas, Andal – dapat dipercaya, bijak dalam mengambil keputusan, serta memiliki keterampilan manajerial. Kelima, Profesional – berpengetahuan hukum komprehensif, patuh pada regulasi, dan menjaga wibawa institusi.

Sebelumnya diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan ceramah dan pembekalan kepada peserta Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) Angkatan LXXXII (82) Gelombang I Tahun 2025 di Aula Sasana Adhi Karyya, Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Dalam kegiatan ini Jaksa Agung didampingi Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, serta diikuti oleh 355 peserta yang tengah memasuki tahap akhir sebelum dilantik menjadi Jaksa.

Dalam kesempatan itu, Jaksa Agung menyoroti tantangan yang akan dihadapi calon jaksa, seperti implementasi KUHP Nasional, pembahasan Rancangan KUHAP, pemberantasan korupsi, narkotika, pencucian uang, kejahatan berbasis gender, kejahatan siber, hingga penanganan aset digital.

“Penegakan hukum modern tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menjunjung hak asasi manusia, keadilan prosedural, dan adaptif terhadap dinamika masyarakat. Dengan akuntabilitas, Kejaksaan akan tetap dipercaya publik,” ujarnya.

Selain menekankan aspek profesionalisme, Jaksa Agung menegaskan bahwa kecerdasan harus disertai adab dan etika. “Kecerdasan tanpa adab adalah kekuatan yang rawan disalahgunakan, sedangkan adab yang disertai kecerdasan akan melahirkan kebijaksanaan,” jelas Burhanuddin.

“Maka itu, jagalah marwah institusi. Jangan rusak kepercayaan publik dengan penyimpangan. Jadilah pemimpin inspiratif yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi,” sambung Jaksa Agung menutup pembekalannya. (Cky/*)

redaksi
redaksihttps://kabarindo24jam.com
Redaksi media Kabarindo24jam.com

Latest news

- Advertisement -spot_img

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini