Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Polres Bogor menggelar lagi Operasi Keselamatan Lodaya tahun 2026. Operasi Keselamatan ini dimulai 2 Februari 2026 dengan tagline “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, & Selamat Menjelang Operasi Ketupat Lodaya 2026″.
Dilansir dari akun Instagram resmi @satlantaspolresbogor.tmc pada 2 Februari 2026, Polri, khususnya Polres Bogor melaksanakan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 secara serentak. Tujuan operasi ini adalah untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. Tak kalah penting, yakni untuk menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan lalu lintas.
Adapun Operasi Keselamatan Lodaya 2026 ini dilaksanakan dengan mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Hal ini juga didukung dengan langkah penegakan hukum secara humanis terhadap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Tak hanya itu, para personel juga memberikan edukasi dan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan. Mereka juga melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan dan administrasi pengemudi.
Dengan Operasi Keselamatan Lodaya, diharapkan tercipta situasi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar. Ini juga merupakan langkah awal dalam mendukung kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat, khususnya dalam menghadapi arus mudik dan balik pada Hari Raya Idul Fitri 2026.
Periode pelaksanaan Operasi Keselamatan Lodaya 2026 sama seperti operasi lalu lintas lainnya, yakni selama 2 pekan atau 14 hari. Dimulai sejak 2 Februari 2026, operasi ini akan berakhir pada 15 Februari 2026, sesuai dengan informasi di unggahan akun Instagram @satlantaspolresbogor.tmc (2/2/2025).
Sementara itu, waktu pelaksanaan operasi tidak dijelaskan di siaran pers dan informasi di laman atau akun media sosial resmi Polres Bogor. Namun demikian, pengendara di wilayah setempat dapat senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas dan melengkapi perlengkapan berkendara, baik siang maupun malam.
Pasalnya, sebagaimana operasi lalu lintas di daerah lainnya, sistem penilangan kini tidak hanya secara langsung, tetapi juga menggunakan tilang elektronik (ETLE). Jadi, para pengendara dapat lebih berhati-hati dan selalu patuh dalam berkendara.
Di Kota Bogor, pengawasan Operasi Keselamatan Lodaya kemungkinan difokuskan di ruas-ruas utama dan pusat aktivitas masyarakat. Titik-titik tersebut pada umumnya padat kendaraan dan berpotensi besar terjadinya kemacetan dan kecelakaan.
Untuk itu, bagi pengendara di sekitar Kota Bogor, dapat mewaspadai titik-titik razia, seperti di Jalan Pajajaran, Jalan Juanda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Kapten Muslihat. Kemudian, kawasan rawan lainnya yakni sekitar Simpang Air Mancur, Simpang Baranangsiang, hingga area Tugu Kujang.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, Operasi Keselamatan Lodaya 2026 mungkin akan banyak menyasar jalan utama penghubung antarkecamatan dan jalur nasional. Di sisi lain, pengawasan juga kemungkinan akan dilakukan di Cibinong dan sekitarnya, mencakup area sekitar kompleks Pemkab Bogor, Jalan Raya Cibinong, dan jalur menuju Pakansari.
Khusus akhir pekan, jalur wisata juga diperkirakan akan turut menjadi fokus razia. Misalnya, yakni jalur Puncak, kawasan Sentul City, dan jalur wisata Citeureup-Babakan Madang. (Dul/*)





