Kabarindo24jam.com | Cibinong – Masjid tidak lagi sekadar dimaknai sebagai tempat ibadah ritual. Dalam kehidupan masyarakat modern, masjid berperan sebagai pusat pembinaan umat, ruang edukasi, dakwah, silaturahmi, serta penguatan nilai keislaman maupun kebangsaan.
Karena itu, keberadaan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) memiliki posisi strategis dalam menentukan hidup dan matinya peran sebuah masjid di tengah masyarakat. Untuk itulah, DKM Masjid Raya Nurul Wathon di Pakansari yang saat ini proses pembangunannya sudah tahap akhir, membutuhkan figur pemimpin yang mampu menjawab tuntutan tersebut.
Demikian disampaikan Ketua LSM Wawasan Citra Nusantara (LSM WACANA) sekaligus pendiri Bogor Development Center, Munir Djalil SH, di Cibinong, Rabu (24/12/2025). Ia pun menyampaikan dukungannya terhadap H. Danang Donoroso, seorang jurnalis senior Kabupaten Bogor, untuk mengemban amanah sebagai Ketua DKM Masjid Raya Nurul Wathon.
“Masjid Raya Nurul Wathon yang berlokasi di Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, merupakan masjid kebanggaan masyarakat yang dibangun atas inisiatif Pak Bupati Bogor Rudi Susmanto. Masjid yang segera menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat itu tentunya nanti harus dipimpin oleh figur seperti Haji Danang Donoroso,” ujar Munir kepada wartawan.
Menurut Munir, Masjid Raya Nurul Wathon membutuhkan figur pemimpin DKM yang mampu mempersatukan jamaah, menghidupkan aktivitas masjid, serta membangun kepercayaan publik. Sosok Danang Donoroso, tambah Munir, dinilai memiliki kapasitas tersebut berkat pengalamannya yang panjang di dunia jurnalistik dan juga sebagai pemimpin grup usaha media Pelita Baru.
“Dengan latar belakang beliau dinilai mampu mengelola DKM secara profesional, terbuka, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Masjid diharapkan tidak sepi dan pasif, melainkan ramai jamaah, aktif kegiatan, serta menjadi ruang dakwah yang menyejukkan,” kata Munir seraya menyebut dukungan terhadap Danang Donoroso juga menguat dari kalangan jurnalis dan pimpinan media.
Ditegaskan oleh Munir, dukungan terhadap H. Danang Donoroso bukan semata soal figur, melainkan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan Masjid Raya Nurul Wathon tidak hanya berdiri megah secara fisik, tetapi juga hidup secara sosial dan spiritual.
“Masjid Raya Nurul Wathon diharapkan menjadi rumah ibadah yang makmur, terbuka, aktif, serta berperan dalam membangun karakter umat dan memperkuat nilai kebangsaan di Kabupaten Bogor. Dengan kepemimpinan DKM yang tepat, masjid ini diyakini dapat menjadi jantung kehidupan masyarakat dan simbol kemajuan umat di Bumi Tegar Beriman,” imbuh Munir.
Aspirasi tersebut lantas mendapat respons positif dari unsur legislatif. Wakil Ketua Komisi I DPRD, KH Achmad Yaudin Sogir, menilai H. Danang sebagai sosok yang komunikatif, berintegritas, dan layak dipercaya untuk mengelola DKM demi kemaslahatan umat.
Sogir menilai DKM ideal harus diisi oleh individu yang tidak hanya memahami aspek keagamaan, tetapi juga mampu mengelola organisasi secara modern. Dengan kepemimpinan yang tepat, masjid dapat berfungsi optimal sebagai pusat peradaban umat sekaligus ruang pemersatu masyarakat dari berbagai latar belakang.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membangun Masjid Raya Kabupaten Bogor di Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Dibangun di atas lahan seluas 2,6 hektare dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Pembangunan Masjid Raya Kabupaten Bogor (Masjid Raya Nurul Wathon) di kawasan Pakansari, Cibinong, progresnya sudah sangat signifikan (mendekati 90% pada akhir 2025) dan ditargetkan selesai akhir tahun 2025 agar bisa digunakan untuk Ramadan 2026.
Masjid tersebut berfungsi sebagai pusat ibadah dan layanan haji terpadu dengan fasilitas ikonik seperti menara 99 meter, miniatur Ka’bah, dan museum masjid, menjadi ikon keagamaan baru Kabupaten Bogor. Masjid raya ini juga akan dilengkapi plaza manasik dan asrama haji yang dibangun di area masjid. (Man/Dul)





