Kabarindo24jam.com | Kamboja – Konflik 2 negara yang berakar pada sengketa wilayah terkait penetapan batas perbatasan sepanjang 800 kilometer yang dibuat pada era kolonial, serta sejumlah situs reruntuhan candi kuno yang berada di sepanjang garis perbatasan telah menyebabkan situasi perang yang terus berlanjut.
Pertempuran terbaru antara Thaild dan Kamboja di bulan in, telah menewaskan sedikitnya 21 orang dari sisi Thailand dan 17 orang dari sisi Kamboja.
Pertempuran di perbatasan kedua negara ini juga membuat sekitar 800.000 orang mengungsi.
Ketegangan antara Kamboja dan Thailand berdampak pada arus perjalanan internasional. Pemerintah Kamboja mengeluarkan imbauan agar wisatawan yang hendak berkunjung ke negaranya tidak melakukan transit melalui Thailand, menyusul laporan perlakuan tidak menyenangkan terhadap penumpang asing.
Imbauan tersebut berawal dari laporan yang diterima Kedutaan Besar Kamboja di Dili, Timor-Leste. Mengutip Cambodianess, Kamis (25/12/2025), sejumlah penumpang asal Eropa mengaku mengalami kendala saat transit di Thailand, mulai dari pemeriksaan yang memakan waktu lama hingga permintaan dokumen yang menurut mereka berlebihan.
Menurut keterangan kedutaan, para penumpang harus menjalani interogasi panjang sebelum melanjutkan penerbangan. Mereka juga diminta menunjukkan bukti kemampuan finansial serta rincian pemesanan akomodasi di Kamboja. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan tersebut disertai penggeledahan dan penanganan bagasi yang berujung pada hilangnya bagasi terdaftar saat tiba di Phnom Penh.
Menanggapi laporan itu, Kedutaan Besar Kamboja menyarankan wisatawan mempertimbangkan rute alternatif. “Para pelancong sangat disarankan untuk memilih rencana perjalanan yang tidak termasuk transit melalui Thailand dan mempertimbangkan maskapai penerbangan alternatif yang nyaman untuk perjalanan ke Kamboja,” demikian pernyataan resmi tersebut. Imbauan serupa juga dikeluarkan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja bagi warga negaranya maupun wisatawan asing.
Sekretaris Tetap Negara sekaligus Pelaksana Tugas Menteri, Eat Sophea, menegaskan bahwa peringatan perjalanan ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan di perbatasan kedua negara. Ia menyebut, sejak bentrokan terjadi, otoritas Thailand melakukan tindakan yang menimbulkan kesulitan dan ketakutan bagi pelancong. Meski demikian, Pemerintah Kamboja menegaskan negaranya tetap aman dan ramah bagi wisatawan. (Man*/)





