Kabarindo24jam.com | Papua – Kepolisian Daerah Papua mencatat dampak serius aksi kekerasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) sepanjang 2025. Dari ratusan peristiwa yang terjadi, aparat melaporkan puluhan korban jiwa serta ratusan lainnya mengalami luka, sehingga situasi keamanan di Tanah Papua masih menjadi perhatian utama.
Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi Patrige Renwarin mengungkapkan, selama 2025 terdapat 104 kasus kekerasan yang ditangani jajaran Polda Papua. Kasus-kasus tersebut tersebar di 21 polres dan polresta yang berada di tiga provinsi wilayah hukum Polda Papua.
“Kelompok kriminal bersenjata memang masih menjadi ancaman bagi keamanan di Tanah Papua hingga membuat warga hidup dalam ketakutan,” kata Patrige kepada wartawan di Jayapura, Rabu. Dari rangkaian kasus itu, tercatat 94 orang meninggal dunia.
Ia merinci, korban meninggal terdiri atas sembilan prajurit TNI, enam anggota Polri, 64 warga sipil, serta 15 orang yang merupakan anggota KKB. Selain korban jiwa, sebanyak 120 orang dilaporkan mengalami luka-luka, termasuk 43 personel TNI dan Polri, 64 warga sipil, serta lima anggota KKB.
Untuk menekan gangguan keamanan, Patrige menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak di daerah. Menurut dia, pemda, DPRD, SKPD, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama diharapkan berada di garis depan mendukung pendekatan humanis Polri. “Dengan pendekatan humanis diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan situasi yang lebih kondusif di Tanah Papua,” ujar Patrige. (Man*/)





