Kepala Staf Angkatan Udara Ungkap Ruang Siber menjadi Domain Kelima Peperangan

0
13

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal M Tonny Harjono mengungkapkan bahwa ’ruang siber atau dunia maya’ saat ini sudah berkembang menjadi domain kelima peperangan yang berperan dalam menentukan keberhasilan operasi modern di masa kini dan mendatang.

“Kegagalan mengamankan domain siber, khususnya pada fase awal konflik, tentu saja dapat berdampak langsung terhadap efektivitas operasi di medan nyata,” kata Marsekal Tonny dikutip dari laman resmi TNI AU, Jumat (20/2/2026).

Tonny menambahkan, berbagai konflik global yang saat ini terjadi menunjukkan serangan siber sering dilakukan sebelum serangan fisik, baik melalui serangan terbuka maupun infiltrasi senyap jangka panjang. “Serangan tersebut berpotensi melumpuhkan sistem komunikasi serta memengaruhi pengambilan keputusan strategis,” kata Tonny.

Ia mengatakan, pertahanan siber bukan soal persoalan teknis saja, melainkan bagian dari kesiapsiagaan pertahanan udara nasional. Untuk itu, TNI AU terus meningkatkan kemampuan siber melalui pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi dan satuan siber.

Kemudian TNI AU juga melakukan peningkatan sistem deteksi dan respons ancaman, serta integrasi domain siber dalam latihan dan operasi multi-domain. Sehingga, kolaborasi lintas sektor menjadi signifikan dalam menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks.

“Sinergi TNI Angkatan Udara dan BSSN diharapkan terus diperkuat melalui kolaborasi strategis,” kata Tonny yang telah menerima penghargaan Adibhakti Sanapati dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Jakarta pada Rabu (18/2).

Kolaborasi ini antara lain pengembangan sumber daya manusia, modernisasi keamanan siber, serta integrasi penanganan insiden untuk meningkatkan ketahanan nasional menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan dinamis.

Sebagai informasi, BSSN merupakan transformasi dari Lembaga Sandi Negara yang didirikan sejak 4 April 1946 dan berubah nama pada Mei 2017. Sebagian kewenangan lembaga ini juga berasal dari Direktorat Keamanan Informasi dan Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) yang berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Lembaga ini bertugas melaksanakan keamanan siber dan persandian secara efektif dan efisien dengan memanfaatkan, mengembangkan, dan mengonsolidasikan semua unsur yang terkait dengan keamanan siber dan sandi.

BSSN dibentuk untuk mengonsolidasikan kewenangan, tugas, dan fungsi yang tumpang tindih di antara lembaga terkait siber seperti Kominfo, BIN, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, TNI, Polri dan institusi lainnya.

Sebelumnya, cikal bakal dari lembaga ini ialah Desk Ketahanan dan Keamanan Informasi Cyber Nasional (DK2ICN) yang berada di bawah Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini