Kisah Mantan Putri Jepang Mako Bangun Kehidupan Baru di AS, Kini Fokus pada Keluarga

0
110

Kabarindo24jam.com | Tokyo -Setelah melepas status kerajaan pada 2021, Mako Komuro menetap di New York bersama suami dan menjalani kehidupan sipil hingga menyambut kelahiran anak pertama.

Mantan anggota keluarga kekaisaran Jepang, Mako Komuro, menjalani kehidupan sebagai warga sipil di Amerika Serikat bersama suaminya, Kei Komuro, setelah melepas status kerajaan usai pernikahan pada Oktober 2021.

Pasangan tersebut kini menetap di New York City dan membangun kehidupan keluarga baru.

Mako, yang sebelumnya merupakan anggota keluarga kekaisaran Jepang di Tokyo, kehilangan gelar bangsawan sesuai ketentuan hukum kekaisaran yang mewajibkan anggota perempuan keluar dari status kerajaan jika menikah dengan warga biasa.

Pernikahannya dicatat secara administratif tanpa upacara kenegaraan, dan ia kemudian menggunakan nama keluarga suaminya.

Setelah pindah ke Amerika Serikat, Kei Komuro meniti karier hukum dan bekerja sebagai pengacara di firma hukum di New York.

Sementara itu, Mako menjalani aktivitas profesional di bidang seni, termasuk keterlibatan dalam pekerjaan kuratorial pada lembaga museum, serta menjalani kehidupan sehari-hari tanpa fasilitas kerajaan.

Pada 2025, Imperial Household Agency mengonfirmasi bahwa pasangan tersebut menyambut kelahiran anak pertama mereka. Detail pribadi seperti tanggal lahir maupun jenis kelamin anak tidak dipublikasikan.

Sejak itu, pasangan ini dilaporkan memusatkan perhatian pada kehidupan keluarga dan pengasuhan anak di Amerika Serikat.

Sebagai keponakan dari Naruhito, Mako tidak lagi menjalankan tugas publik atau peran resmi kekaisaran sejak meninggalkan Jepang, dan kehidupan pribadinya kini berada di luar lingkup institusi kerajaan.

Perjalanan hidup Mako Komuro mencerminkan perubahan status dari anggota keluarga kekaisaran menjadi warga sipil yang menetap di luar negeri, bersama suami dan anaknya tetap tinggal di New York, menjalani kehidupan keluarga secara mandiri di luar tanggung jawab kerajaan Jepang.

(LS/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini