Kolaborasi Kemenpar – Kemenpora, Dorong Pengembangan Sports Tourism di Indonesia

0
14

Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pengembangan sports tourism di Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) yang diharapkan mampu mengintegrasikan potensi olahraga dan pariwisata secara lebih terarah.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin (22/12/2025). Kesepakatan ini menjadi payung kerja sama kedua kementerian dalam merancang serta melaksanakan berbagai program pengembangan olahraga yang terhubung langsung dengan destinasi wisata.

Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan, MoU tersebut menjadi fondasi penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur olahraga, penyelenggaraan event di kawasan wisata, hingga penguatan koordinasi lintas sektor. “Dengan sinergi ini, pengembangan sports tourism dapat dilakukan secara lebih terarah, efisien, dan memberikan dampak nyata,” ujarnya.

Ruang lingkup kerja sama meliputi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepemudaan, keolahragaan, dan pariwisata, pembudayaan olahraga melalui promosi di destinasi wisata, serta pengembangan pemasaran wisata olahraga lewat penyelenggaraan event nasional dan internasional. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan industri olahraga dan pariwisata, pemanfaatan sarana-prasarana olahraga sebagai daya tarik destinasi, hingga pertukaran data dan informasi antar-kementerian.

Widiyanti menilai sports tourism memiliki potensi besar sebagai pengungkit pertumbuhan pariwisata nasional. Menurutnya, sektor ini mampu mendorong pergerakan wisatawan, memperpanjang lama tinggal, serta menggerakkan ekonomi lokal mulai dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga UMKM. “Sports tourism juga membawa dampak sosial positif, seperti mendorong gaya hidup sehat, memperkuat interaksi sosial, dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya,” kata dia.

Sebagai contoh, penyelenggaraan Pocari Sweat Run 2025 di Lombok diikuti sekitar 9.000 peserta, dengan sekitar 70 persen berasal dari luar daerah. Kegiatan tersebut tercatat menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp85,5 miliar. Capaian ini dinilai membuka peluang pengembangan event olahraga lain, seperti lari, bersepeda, triathlon, yoga, hingga festival wellness di berbagai destinasi wisata.

Widiyanti menambahkan, peluang tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata, yakni Pariwisata Berkualitas, dengan fokus pada pengembangan wellness tourism. “Ke depan, kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan wellness, olahraga, serta music and culture dalam satu rangkaian event berbasis pengalaman yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam transformasi yang tengah dilakukan Kemenpora. Ia menilai sinergi dengan Kementerian Pariwisata sebagai langkah strategis untuk mengembangkan olahraga, khususnya di destinasi wisata. “Mudah-mudahan kolaborasi ini menjadi contoh bahwa ketika kementerian bekerja bersama, kita dapat menghasilkan sesuatu yang berdampak positif bagi Indonesia, sejalan dengan arah dan cita-cita Presiden,” kata Erick.

Penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Hariyanto, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Vinsensius Jemadu, serta Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat beserta jajaran Kemenpora. (Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini