Komite Lintas Agama Jakarta Barat, Bersama HAAK Paroki Kosambi Gelar Buka Puasa dan Talkshow ” Damai dalam Perbedaan” Tekankan Pentingnya Toleransi

Kabarindo24jam.com | Jakarta — Komite Lintas Agama (KLA) dan HAAK Paroki Kosambi Baru  Jakarta menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dirangkai dengan talkshow bertema “Damai dengan Segala Perbedaan demi Merajut Persatuan”. Acara tersebut menghadirkan perwakilan dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Barat, serta Direktorat Pencegahan Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Dewan Paroki Gereja St. Matius Rasul, Purwa, yang mewakili Romo Patrick yang berhalangan hadir. Sementara peresmian acara dilakukan oleh Kombes Pol Mohammad Dofir dari Densus 88 Mabes Polri.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, H. M. Matsani, menegaskan bahwa Jakarta merupakan simbol miniatur kebhinekaan, tempat bertemunya berbagai agama, suku, budaya, serta latar belakang masyarakat yang beragam.

Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan dalam menjaga persatuan dan stabilitas sosial di tengah masyarakat.
“Kesbangpol memiliki tugas penting untuk menjaga persatuan serta memperkuat kerukunan umat beragama,” ujar Matsani dalam sambutannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran Komite Lintas Agama Jakarta yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat dialog antarumat beragama, khususnya melalui kegiatan talkshow Ramadan tersebut.
Matsani menekankan pentingnya dialog lintas agama sebagai sarana menjaga keharmonisan sosial dan meminimalkan potensi konflik akibat perbedaan di masyarakat.

Di akhir sambutannya, ia berharap komunitas seperti Komite Lintas Agama Jakarta dapat terus meningkatkan kegiatan serupa guna menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.
Hal senada disampaikan Ketua Panitia sekaligus Ketua Komite Lintas Agama Jakarta, Yohanes Rudy. Ia mengajak para tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk terus membangun budaya toleransi agar kehidupan masyarakat tetap damai meski berada dalam berbagai perbedaan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat dialog dan kebersamaan antarumat beragama di Jakarta, khususnya dalam momentum bulan Ramadan, guna menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang majemuk. (RY/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *