Bantuan eskavator ini ditujukan untuk mempermudah kelompok tani dan perikanan melakukan normalisasi saluran air dan irigasi yang rusak tanpa harus menunggu birokrasi yang panjang.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengungkapkan bahwa program ini adalah amanah langsung dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, yang bertujuan utama melindungi lahan dari alih fungsi menjadi perumahan atau non-produktif. Diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat desa.
“Amanah Ketua DPRD Kabupaten Bogor, ini bukan hanya memberikan bantuan memperbaiki kolam, tetapi diberikan ekskavator untuk memastikan bahwa kolam di desa tersebut harus tetap menjadi kolam. Tidak boleh menjadi perumahan,” ungkap Rudy.
Rudy menekankan, menjaga lahan produktif ini berlaku untuk kedua sektor utama. Di sektor perikanan, lahan di Desa Babakan dan Ciseeng menjadi fokus untuk dipertahankan. Sementara itu, di sektor pertanian, ia memastikan bahwa lahan di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, harus tetap menjadi lahan pertanian.
“Saluran air yang perlu dinormalisasi, tidak usah menunggu Pemerintah atau kepala desanya turun. Lakukan normalisasi,” tegasnya.
.
Rudy mengatakan, program strategis ini sejalan dengan program nasional, yakni untuk mensukseskan program ketahanan pangan yang merupakan bagian dari Program Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia.
“Ini wujud komitmen kami terhadap perikanan, peternakan, dan pertanian, yang merupakan salah satu potensi yang wajib kita jaga, kita pelihara,” ujar Rudy.
Rudy menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor, yang menginisiasi program ini pada saat pembahasan anggaran APBD perubahan Tahun Anggaran 2025. Terima kasih, bapak Sekda, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan, beserta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi.
“Keberhasilan program ini akan membawa Kabupaten Bogor mencapai target regional. Salah satu kontribusi yang bisa diberikan dari Kabupaten Bogor, kita harus swasembada ikan, swasembada pangan,” pungkas Rudy Susmanto. (Dul)

