Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Dedie A Rachim kembali melakukan mutasi dan rotasi Pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Dalam acara pelantikan yang digelar Plaza Balaikota pada Rabu (11/2/2026), sebanyak 245 pejabat terkena rotasi yang mencakup pejabat tinggi pratama, administrator, pengawas, pejabat fungsional, kepala sekolah, hingga kepala pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).
Pelaksanaan mutasi dan rotasi kali ini disebut sebagai bagian dari penguatan kinerja birokrasi dan percepatan pelayanan publik. Selain itu, langkah Wali Kota Dedie A Rachim bersama Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin tersebut, juga menjadi bagian dari evaluasi jabatan yang telah diemban selama tiga hingga lima tahun.
Adapun salah satu jabatan strategis yang mengalami pergantian adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor. Jabatan yang sebelumnya diemban oleh Deni Hendana kini resmi dijabat oleh Abdul Wahid, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakot Bogor.
Pergantian Kepala Bapenda ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan target peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta optimalisasi anggaran pembangunan Kota Bogor tahun 2026. Dengan adanya pergantian pejabat ini, diharapkan pengelolaan pendapatan daerah semakin efektif dan transparan.
Wali Kota Dedie Rachim menyampaikan apresiasi kepada Deni Hendana atas pengabdiannya. Ia menegaskan bahwa rotasi Pejabat merupakan bagian dari strategi memperkuat sumber daya manusia. “Saya berharap kepada Abdul Wahid untuk segera melakukan langkah perbaikan, pembenahan, serta peningkatan pendapatan agar target capaian dapat terealisasi,” ujar Dedie.
Selain itu, Dedie mengingatkan bahwa optimalisasi pajak daerah, retribusi, serta digitalisasi sistem pembayaran menjadi tantangan utama Bapenda. Kemudian Penguatan sistem administrasi perpajakan dan peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi fokus yang harus segera dilakukan. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran juga menjadi perhatian publik.
Dalam kesempatan itu, Dedie juga menegaskan peran lurah sebagai ujung tombak pelayanan publik. Ia pun meminta para lurah lebih mengenal kondisi warga secara mendalam, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, warga sakit, dan masyarakat kurang mampu.
“Lurah adalah wali kota kecil di wilayahnya. Tidak perlu menunggu viral untuk bertindak. Kenali warga secara langsung dan koordinasikan dengan puskesmas,” tegasnya seraya menyebut pendekatan proaktif ini diharapkan membuat masyarakat merasakan kehadiran pemerintah hingga tingkat lingkungan terkecil.
Selain penyegaran organisasi, dalam Rotasi Pejabat Pemkot Bogor ini juga disampaikan sejumlah arahan strategis, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), serta pembenahan sistem transportasi. Ketiga sektor tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus diselesaikan secara bertahap demi meningkatkan kualitas tata kelola kota.
Menyikapi kebijakan mutasi dan rotasi tersebut, Ketua DPRD Kota Bogor, Dr. Adityawarman Adil mengapresiasi atas langkah penyegaran organisasi yang dilakukan Pemkot Bogor. ”Selamat dan sukses atas pelantikan pejabat baru di lingkungan pemerintah daerah Kota Bogor. Semoga amanah dalam menjalankan tugas,” ungkap Adityawarman kepada wartawan.
Adityawarman menegaskan, bahwa rotasi dan mutasi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam organisasi pemerintahan guna menjaga ritme kerja. Namun, catatan khusus agar momentum pelantikan ini dibarengi dengan peningkatan kualitas kerja di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). (Man/*)





