Kabarindo24Jam.com | Bengkulu — Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saudaraku yang dirahmati Allah, pada kultum online hari ini bersama Ustad Dimas Rahmat dari MUI Kabupaten Bengkulu Utara, kita merenungi musibah banjir bandang yang melanda saudara-saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Rumah hanyut, keluarga terpisah, dan banyak harta lenyap dalam sekejap. Namun, di balik setiap musibah, Allah selalu menitipkan hikmah dan hakikat kehidupan.
1️⃣ Musibah sebagai Ujian Keimanan
Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Musibah bukan tanda murka Allah, tetapi ujian cinta-Nya agar kita kembali mendekat kepada-Nya. Dunia ini fana, akhirat tetap tujuan utama.
2️⃣ Hakikat Musibah: Mengingatkan Kelemahan Manusia
Manusia sering merasa kuat. Namun ketika air bah datang, sungai meluap, dan tanah longsor, barulah kita sadar bahwa kita tidak memiliki apa-apa tanpa pertolongan Allah. Musibah mengingatkan bahwa kita hanyalah hamba-Nya.
3️⃣ Hikmah Banjir: Kebersamaan & Solidaritas
Di tengah bencana, kita melihat masyarakat saling membantu, relawan datang dari berbagai daerah, dan empati tumbuh tanpa batas. Musibah sering menjadi sebab bangkitnya kepedulian dan ladang amal bagi siapa pun yang ingin menolong.
4️⃣ Sabar, Tawakal, dan Ikhtiar
Sabar bukan berarti diam, tapi tetap tegar sambil berdoa dan berusaha: membantu korban, menguatkan keluarga terdampak, memperbaiki lingkungan, dan menjaga alam agar bencana tak berulang. Allah telah mengingatkan: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh ulah tangan manusia…” (QS. Ar-Rum: 41)
5️⃣ Hikmah untuk Kehidupan
Dari musibah ini kita belajar bahwa harta tak menjamin, keluarga adalah amanah, hidup sangat singkat, dan alam harus dijaga. Kerusakan yang kita buat akan kembali kepada kita.
Penutup
Mari kita doakan saudara-saudara kita di Sumut, Sumbar, dan Aceh agar diberi kekuatan, kesabaran, dan jalan keluar terbaik. Semoga duka mereka diganti dengan kebaikan yang lebih besar. Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Mari hadapi musibah dengan sabar, tawakal, dan memperbaiki diri.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. (Wen*/)
*Pengisi materi adalah Ustad Dimas Rahmat (MUI Kabupaten Bengkulu Utara)

