Kabarindo24jam.com | Tanjungsari – Kondisi sarana pendidikan anak usia dini di Kampung Gunung Haur, Desa Tanjungsari, kabupaten Bogor yaitu PAUD Anggur Bogor menjadi sorotan karena menjalankan proses belajar-mengajar di bangunan yang sudah lapuk dimakan usia. Lembaga yang berdiri sejak 16 Juli 2009 itu kini menghadapi ancaman keselamatan, seiring kondisi fisik bangunan yang tak kunjung tersentuh perbaikan berarti.
PAUD Anggur dikelola Yayasan NUR-BAITI di atas lahan milik sendiri. Saat ini, lembaga tersebut menampung 24 peserta didik—terdiri dari 12 anak laki-laki dan 12 perempuan—dengan dukungan enam tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah dan bendahara. Di tengah keterbatasan dana yang hanya bersumber dari iuran harian Rp 2.000 per siswa, para guru tetap berupaya menjaga kualitas pembelajaran dan bahkan berhasil menorehkan sejumlah prestasi.

Namun, kondisi bangunan yang memprihatinkan menjadi tantangan tersendiri. Atap sering bocor saat hujan, dinding rapuh, dan struktur bangunan berisiko roboh. “Proses belajar terkesan dipaksakan. Kami khawatir ketika hujan turun, air merembes ke dalam kelas, dan yang lebih mengkhawatirkan adalah risiko bangunan runtuh saat anak-anak sedang belajar,” ujar Nurbaiti, pengelola yayasan. Ia menambahkan, PAUD Anggur tidak memungut uang pangkal atau biaya masuk, sehingga seluruh anak bisa mengakses pendidikan tanpa beban finansial.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan usia dini. Minimnya pengawasan berkala, keterbatasan anggaran, serta belum adanya inisiatif kolaborasi dengan pihak swasta dinilai memperparah situasi. Padahal, PAUD merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan kecerdasan anak. Lingkungan belajar yang tidak aman dikhawatirkan akan berdampak pada tumbuh kembang mereka.
Nurbaiti berharap ada respons cepat dari berbagai pihak. “Anak-anak usia dini adalah masa depan kita—jangan biarkan mereka terhambat oleh keterbatasan yang bisa diatasi,” katanya. Ia menilai, sudah saatnya pemerintah daerah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh fasilitas PAUD, memastikan alokasi anggaran tepat sasaran, serta membuka ruang kerja sama dengan sektor swasta agar setiap anak dapat belajar di lingkungan yang aman dan layak.





