Mata Air Jamarun: Oase Kehidupan di Tengah Tanah Cadas Kampung Gunung Haur Bogor

0
19

Kabarindo24jam.com | Tanjungsari – Bagi warga Kampung Gunung Haur, Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, keberadaan Mata Air Jamarun bukan sekadar sumber air biasa. Mata air ini telah menjadi urat nadi kehidupan yang membebaskan masyarakat dari krisis air bersih yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Sabtu (10/1/2026), mata air ini terpantau terus mengalirkan air jernih yang diandalkan warga untuk memenuhi kebutuhan dasar mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak.

Tantangan Geografis dan Tanah Cadas
Sulitnya mendapatkan air bersih di wilayah ini bukan tanpa alasan. Rohimin, salah satu warga RT 09 RW 05, menuturkan bahwa kondisi geografis Kampung Gunung Haur yang didominasi tanah berbatu cadas menjadi kendala utama. Selama bertahun-tahun, upaya warga untuk menggali sumur mandiri di rumah masing-masing selalu berujung kegagalan.

“Sudah lama kami tidak punya sumur. Tanah di sini cadas, jadi kalau digali tidak pernah keluar air. Setiap pagi kami harus antre untuk mengambil air di sumber yang ada,” ungkap Rohimin.

Keajaiban Mata Air Jamarun
Di tengah kesulitan tersebut, Mata Air Jamarun muncul sebagai solusi alami. Menariknya, masyarakat setempat mengenal sumber ini sebagai mata air keramat karena debit airnya yang sangat stabil. Meski digunakan secara masif oleh hampir seluruh warga kampung, terutama saat musim kemarau panjang, mata air ini seolah tidak pernah habis.

“Alhamdulillah, Mata Air Jamarun tidak pernah kering meskipun digunakan oleh seluruh warga, khususnya di lingkungan RT 09 RW 05,” tambah Rohimin dengan nada syukur.

Standar Kesehatan dan Penataan Lingkungan
Kualitas air dari Mata Air Jamarun juga dinilai memenuhi standar fisik air bersih, yakni jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Berdasarkan standar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI, air dari sumber alami seperti ini layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan aman dikonsumsi setelah melalui proses perebusan guna memastikan keamanan mikrobiologi dari bakteri seperti E. coli.

Menyadari pentingnya peran vital sumber air ini, saat ini pihak Nuansa telah melakukan langkah penataan di area mata air. Upaya revitalisasi ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat saat mengambil air sekaligus menjaga kelestarian ekosistem di sekitar sumber agar tetap terlindungi dari pencemaran fisik maupun kimia.

Dengan penataan yang lebih baik, warga berharap kedaulatan air di Kampung Gunung Haur dapat terus terjaga, sehingga risiko penyakit akibat sanitasi buruk seperti diare dan penyakit kulit dapat diminimalisir demi kualitas hidup masyarakat yang lebih sehat. (Indri*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini