Menperin Siapkan Restart Industri Kecil Pascabanjir Sumatera

0
40
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengawali agenda kerja 2026 dengan memimpin rapat perdana bersama jajarannya. Fokus utama pertemuan tersebut adalah menyiapkan program restarting bagi industri kecil yang terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Agus menilai bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera tidak hanya berdampak pada masyarakat dan infrastruktur, tetapi juga mengganggu aktivitas industri, terutama industri kecil dan menengah (IKM). Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) mencatat, Sumatera Utara memiliki 3.520 industri kecil, 115 industri menengah, dan 490 industri besar. Sementara Sumatera Barat memiliki 3.464 industri kecil, 17 industri menengah, dan 78 industri besar, sedangkan Aceh tercatat 1.954 industri kecil, 7 industri menengah, dan 46 industri besar.

Berdasarkan laporan hingga 30 Desember 2025, dampak terbesar pada sektor IKM terjadi di Aceh dengan 1.647 industri terdampak, disusul Sumatera Barat sebanyak 367 industri dan Sumatera Utara 52 industri. “Selain IKM, dampak juga dirasakan sektor industri agro, ILMATE, serta industri kimia, farmasi, dan tekstil,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, terhentinya aktivitas industri tidak semata akibat kerusakan fisik fasilitas produksi. Gangguan rantai pasok dan logistik, seperti terputusnya akses jalan dan jembatan, distribusi BBM yang terganggu, serta pasokan listrik dan air yang tidak stabil, membuat banyak industri harus menghentikan produksi atau beroperasi jauh di bawah kapasitas. “Bagi industri manufaktur yang bersifat just-in-time, gangguan pasokan beberapa hari saja sudah cukup menghentikan lini produksi dan menimbulkan kehilangan output,” kata Agus.

Menurut perhitungan Kementerian Perindustrian, banjir di Sumatera dan Aceh berpotensi menahan nilai tambah manufaktur nasional sekitar Rp 11–15 triliun. Meski bersifat sementara, dampak ini dirasakan luas karena Sumatera berperan strategis sebagai simpul logistik dan pemasok input antarwilayah. Agus menegaskan, pemulihan industri kecil akan dilakukan bertahap dan terukur melalui pendataan, pemetaan kebutuhan, serta koordinasi lintas pihak, dengan progres awal sekitar 20 persen sebagai dasar intervensi lanjutan. (Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini