Menteri Pertahanan Pantau Langsung Operasi Sedimentasi di Muara Kuala Penaga Aceh

0
12

Kabarindo24jam.com |  Aceh – Menteri Pertahanan RI Jenderal (Hor) TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, pada akhir pekan lalu. Kunjungan tersebut difokuskan untuk memantau langsung kemajuan operasi pengerukan sedimentasi di Muara Kuala Penaga yang dikerjakan oleh Satuan Tugas (Satgas) Kuala.

Kegiatan ini merupakan respons lanjutan atas banjir besar yang sebelumnya melanda wilayah tersebut dan sempat mengganggu aktivitas masyarakat. Pengerukan muara dinilai sebagai solusi krusial, tidak hanya untuk pemulihan pascabencana, tetapi juga sebagai strategi mitigasi jangka panjang guna mengantisipasi banjir berulang.

Dengan berkurangnya endapan lumpur di muara, daya tampung air di bagian hilir sungai meningkat signifikan. Kondisi ini memperlancar aliran air dari hulu menuju laut, sehingga menekan potensi luapan akibat pendangkalan. Dampaknya, risiko genangan di kawasan permukiman warga dapat dikurangi secara efektif.

Manfaat pengerukan tidak terbatas pada pengendalian bencana. Normalisasi muara turut mendukung perekonomian lokal, khususnya bagi nelayan pesisir. Kedalaman alur pelayaran yang terjaga memungkinkan kapal nelayan beroperasi lebih lancar tanpa bergantung pada pasang surut atau risiko terdampar.

Efisiensi ini berkontribusi pada penghematan waktu dan biaya, sekaligus meningkatkan produktivitas serta hasil tangkapan. “Langkah pengerukan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merespons bencana secara menyeluruh. Kita tidak hanya memperbaiki yang terdampak, tetapi juga memastikan masa depan masyarakat menjadi lebih baik, baik dari sisi keamanan lingkungan maupun kedaulatan ekonomi,” ujar Menhan dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (16/2/2026).

Satgas Kuala yang dibentuk Kementerian Pertahanan terus menunjukkan komitmen dalam mempercepat pemulihan akses perairan vital pascabencana. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi, tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman hidrometeorologi di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Staf Khusus Presiden RI Bidang Infrastruktur H. Syamsuddin, serta pejabat tinggi TNI dan unsur pemerintah daerah lainnya.

Rombongan Menteri Pertahanan RI tiba di Lapangan Sepak Bola Desa Baru, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, menggunakan Helikopter Caracal HT-7202 TNI AU. Setibanya di lokasi, rombongan langsung bergerak menuju Posko Satgas Kuala TNI–Jhonlin di Pos AL Desa Pusong Kapal untuk melaksanakan peninjauan lapangan sekaligus rapat koordinasi bersama jajaran terkait.

Di Posko Satgas Kuala, Menteri Pertahanan RI menerima paparan mengenai perkembangan pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk capaian pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis yang telah dilakukan guna mendukung percepatan normalisasi sungai.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara langsung kepada Menteri Pertahanan terkait progres pekerjaan di lapangan, termasuk berbagai hambatan teknis, sosial, maupun lingkungan yang dihadapi.

Dengan demikian, langkah-langkah strategis dan solusi konkret dapat segera ditetapkan guna mendukung percepatan pembangunan sekaligus memperkuat mitigasi bencana di wilayah Aceh Tamiang. (Man/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini