Mesjid Agung dan Alun-Alun Jonggol Akan Direvitalisasi, Jadi Ikon Baru Bogor Timur

0
38

Kabarindo24jam.com | Jonggol – Rencana revitalisasi kawasan Masjid Agung dan Alun-alun Jonggol di Kabupaten Bogor mulai dibahas serius. Sejumlah pihak dari unsur legislatif, organisasi profesi, dan tokoh masyarakat duduk bersama untuk merumuskan konsep penataan yang menonjolkan karakter lokal sekaligus memperkuat fungsi ruang publik hijau.

Diskusi tersebut melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi Gerindra, perwakilan Badan Kejuruan (BK) Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Pusat, serta pengurus PII Kabupaten Bogor. Pertemuan digelar di Masjid Agung Jonggol, Selasa (5/11/2025), dan turut dihadiri jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat.

Ketua PII Kabupaten Bogor, Dr. Ir. Jualiant, menilai Masjid Agung Jonggol perlu segera direhabilitasi agar tampilan bangunannya semakin megah dan berwibawa. “Masjid ini harus diperbaiki tata bangunannya supaya terlihat aura karismatik dan eksotik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BK Sipil PII, Ir. Habibie Razak, MM., IPU., FIEAust., ASEAN Eng., bersama Ir. Arinova G. Utama, ST., MT., IPM, menambahkan bahwa penataan kawasan Jonggol akan difokuskan agar menjadi iconic green public space. “Alun-alun Jonggol harus dirancang dengan Detail Engineering Design (DED) yang menonjolkan sejarah dan nilai kearifan lokal, baik kesundaan maupun warisan sejarah Jonggol,” ujar Habibie.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Gerindra, Beben Suhendar, SH, menegaskan perlunya penguatan landasan hukum untuk proyek tersebut. Ia merujuk pada Perda Nomor 2 Tahun 1997 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Perkotaan sebagai dasar revitalisasi. “Dengan perda ini, penataan alun-alun bisa lebih terarah dan memiliki kepastian hukum,” kata Beben.

Rencana revitalisasi Alun-alun Jonggol sebelumnya juga telah diusulkan oleh Anggota DPR RI Dr. H. Mulyadi, SE., M.MA untuk diimplementasikan pada tahun 2025. Dalam pertemuan itu, muncul pula gagasan menarik untuk menghubungkan Masjid Agung dan Alun-alun Jonggol melalui jalur bawah tanah dari basement alun-alun, tanpa mengganggu arus lalu lintas di permukaan.

Diskusi tersebut dihadiri pula oleh Asep Hamzah, SE., MM, dan Agus Abdurrohman, S.Ag., MM, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan tersebut. Mereka berharap kolaborasi lintas pihak dapat mempercepat realisasi proyek sehingga masyarakat Jonggol segera menikmati ruang publik yang nyaman, asri, dan beridentitas lokal.

Warga Jonggol menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap penataan ulang Alun-alun dan Masjid Agung dapat menjadi simbol kebanggaan kawasan Bogor Timur sekaligus memperkuat program “Bogor Istimewa.” Seperti disampaikan para peserta diskusi, alam dan lingkungan hidup juga perlu dijaga bersama agar Jonggol tetap lestari, elok, dan berdaya tarik bagi masyarakat serta pengunjung.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini