Kabarindo24jam.com | Tanjungsari – Suasana Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Tanjungsari yang digelar Sabtu (17/1/2026) mendadak “panas”. Forum yang seharusnya menjadi wadah persatuan pemuda ini justru dibumbui ketegangan tinggi setelah sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) memilih walk out alias angkat kaki dari ruang sidang.
Kericuhan pecah saat pimpinan sidang mengetok palu untuk menerapkan sistem voting terbuka. Keputusan ini langsung diserbu protes keras dari kubu kandidat Hapidin. Mereka menilai mekanisme tersebut tidak sehat dan jauh dari harapan demokrasi yang jujur.
“Ini tidak sesuai harapan kami,” ujar salah satu perwakilan OKP yang kecewa sebelum akhirnya meninggalkan ruangan. Meski suasana memanas dan kubu Hapidin mendesak peninjauan ulang, pimpinan sidang tetap bergeming dan melanjutkan forum dengan peserta yang tersisa.
Kosongnya kursi yang ditinggalkan peserta walk out justru menjadi karpet merah bagi Hendra. Tokoh pemuda dari OKP Pemuda Pancasila (PP) ini langsung melesat tanpa perlawanan berarti.
Data yang dihimpun menunjukkan, dari 36 OKP yang hadir di lokasi, sebanyak 24 OKP tetap bertahan dan secara bulat menyatakan dukungan kepada Hendra. Dengan suara mayoritas mutlak tersebut, Hendra resmi ditetapkan sebagai Ketua KNPI Kecamatan Tanjungsari periode 2026–2029 secara aklamasi.

Ketegangan di lokasi sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya bentrokan fisik. Beruntung, kesigapan Aparat Penegak Hukum (APH), Satpol PP, hingga Satgas Ormas yang berjaga di lokasi berhasil meredam emosi massa. Hingga berita ini diturunkan, kondisi dilaporkan kondusif tanpa adanya kerusakan fasilitas kantor kecamatan.
Terpilihnya Hendra terjadi di tengah ketatnya seleksi uji wawasan yang sedang digelar DPD KNPI Kabupaten Bogor untuk seluruh calon ketua tingkat kecamatan. Pertanyaannya, mampukah Hendra merangkul kembali rekan-rekan OKP yang sempat berseberangan? ataukah perpecahan ini akan menjadi duri dalam daging bagi kepemudaan di Tanjungsari selama tiga tahun ke depan? (In)





