OJK Diterpa Gejolak Pasar, Ketua dan Pejabat Pengawas Mundur

0
107

Kabarindo24jam.com | Jakarta — Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, resmi mengundurkan diri dari jabatannya Jumat, 30 Januari 2026. Keputusan itu diumumkan setelah gejolak tajam yang terjadi di pasar modal Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Penyebab Pengunduran Diri
Pasar saham Indonesia, khususnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengalami koreksi tajam selama dua hari berturut-turut (28–29 Januari). Koreksi ini sempat memicu pemberlakuan trading halt karena penurunan signifikan yang dipicu oleh kekhawatiran global atas transparansi data emiten Indonesia.

Kekhawatiran itu bermula dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan proses rebalancing indeks saham Indonesia dan mempertanyakan transparansi data pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Respons pasar atas pemberitahuan MSCI membuat investasi asing dan domestik melakukan aksi jual besar-besaran, menyebabkan IHSG melemah tajam.

Selain Mahendra Siregar, OJK menyatakan pengunduran diri beberapa pejabat tinggi lainnya:
Inarno Djajadi — Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK. Aditya Jayaantara — Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, juga telah mengundurkan diri pagi ini (30 Januari 2026) sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal.

OJK menyatakan seluruh pengunduran diri telah disampaikan secara resmi sesuai peraturan perundang-undangan dan akan diproses melalui mekanisme hukum yang berlaku.

Kondisi Pasar Saham Terkini
Setelah tekanan tajam di awal pekan akibat kekhawatiran MSCI dan aksi jual investor:
Pasar sempat anjlok hingga dua hari berturut-turut, dengan IHSG mengalami penurunan signifikan yang memicu trading halt.

Data internasional melaporkan bahwa indeks sempat turun secara dramatis, dengan nilai pasar berkurang puluhan miliar dolar AS selama periode penurunan tajam.

Namun, pada sesi perdagangan terbaru akhir pekan ini, IHSG menunjukkan pemulihan moderat, dengan indeks bergerak lebih tinggi setelah langkah-langkah reformasi dan stabilisasi diumumkan oleh otoritas terkait.

Pasar masih menunjukkan volatilitas meskipun ada tanda-tanda stabilisasi, karena kekhawatiran investor terkait langkah penanganan isu transparansi dan reformasi struktural bursa masih berlangsung.

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini