Kabarindo24jam.com | Cibinong – Sejak akhir Januari 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah menjalankan operasional Pasar Petani Garuda meski belum diresmikan oleh Bupati Rudy Susmanto. Pembangunan dan keberadaan pasar ini diinisiasi oleh Bupati Rudy sebagai langkah penguatan sektor pertanian, ekonomi kerakyatan, dan ketahanan pangan daerah.
Bahkan pada Jumat (30/1/2026) lalu, Bupati Rudy kondisi Pasar Petani Garuda bertepatan dengan Festival Buah yang diselenggarakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun). Wajah Bupati terlihat sumringah lantaran pasar petani tersebut akan segera beroperasi secara penuh dalam waktu dekat.

Ia menjelaskan, pembangunan Pasar Petani Garuda saat ini baru mencapai sekitar 50 persen. Sejumlah fasilitas penunjang seperti lapak, toilet, dan musala masih dalam tahap penyelesaian dan akan dilanjutkan pada 2026. Meski belum rampung sepenuhnya, pasar ini ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) pengembangan sentra petani di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
“Petani tidak hanya ada di Cibinong. Sebab Kabupaten Bogor punya potensi besar, mulai dari petani buah, tanaman hias, hingga sentra ikan konsumsi dan ikan hias. Maka ke depan, Pemkab Bogor akan membuka sentra petani di kecamatan lain dan merevitalisasi pasar-pasar ikan,” ujar Rudy dalam keterangannya yang dikutip, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan, pengelolaan Pasar Petani Garuda dilakukan secara tertib dan transparan. Para petani dikenakan biaya administrasi Rp100.000 per tahun guna mencegah praktik jual beli lapak serta memastikan seluruh pelaku usaha terdata resmi di Distanhorbun.
Selain penguatan pasar petani, Pemerintah Kabupaten Bogor juga mendorong pemanfaatan lahan tidur milik pemerintah daerah untuk kepentingan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan dan revitalisasi hutan kota yang berdampak positif terhadap pengurangan risiko banjir.
Dalam mendukung ketahanan pangan dan penghijauan, Pemkab Bogor menyiapkan program desa sentra buah di 416 desa dan 19 kelurahan. Program ini dilengkapi dengan stimulus dan perlombaan untuk mendorong setiap desa memiliki ketahanan pangan dan potensi unggulan masing-masing.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kabupaten Bogor Eko Mujiarto menambahkan, bahwa saat ini, sebanyak 71 lapak telah beroperasi dari total sekitar 150 lapak yang direncanakan. Seluruh pedagang akan diikat melalui perjanjian kerja sama dengan Distanhorbun.
Ke depan, Pemkab Bogor juga berkomitmen memprioritaskan pengadaan tanaman dan bibit dari petani lokal untuk kebutuhan taman dan ruang terbuka hijau, termasuk penyaluran bibit gratis kepada masyarakat.
“Bisa dilihat, beragam produk unggulan petani ditampilkan di Pasar Petani Garuda ini, mulai dari buah dan tanaman hias dengan harga terjangkau hingga tanaman koleksi bernilai tinggi,” imbuh Eko yang saat ini juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Bogor. (Cok/*)





