Pasca Tewasnya El Mencho, Arah Kerjasama Anti – Narkotika Meksiko – AS Menguat

0
76

Kabarindo24jam.com | Meksiko City — Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, alias El Mencho, pemimpin Cartel de Jalisco Nueva Generación (CJNG) pada 22 Februari 2026 dipandang sebagai tonggak dalam perang melawan kejahatan terorganisir transnasional, sekaligus membuka babak baru dalam hubungan keamanan antara Pemerintah Meksiko dan Amerika Serikat (AS).

CJNG adalah salah satu organisasi kriminal paling kuat di Meksiko dengan jaringan luas yang menjangkau wilayah dalam negeri dan lintas batas. Didirikan sekitar 2007 setelah pecah dari aliansi dengan kartel lain, CJNG di bawah El Mencho berkembang menjadi kelompok yang dikenal karena:
Perdagangan narkotika skala besar, khususnya fentanyl, metamfetamin, dan kokain, yang sebagian besar dipasarkan ke AS.

Pemakaian kekerasan ekstrem, termasuk penggunaan senjata berat, drone bersenjata, dan blokade jalan secara sistematis untuk menghalangi operasi penegak hukum.
Perluasan ke bentuk kriminal lainnya, seperti pencurian bahan bakar (fuel theft), pemerasan, serta jaringan pendanaan dan pencucian uang yang kompleks.

El Mencho, yang berasal dari Michoacán dan menjadi figur sentral kartel tersebut, dipandang sebagai salah satu pengendali rute distribusi narkotika terbesar ke pasar AS, sehingga menjadi target utama penegakan hukum kedua negara.
Sebelumnya AS menawarkan hadiah hingga US$ 15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Operasi militer yang Mengakhiri Hidup El Mencho diluncurkan oleh pasukan keamanan Meksiko di Tapalpa, Jalisco, dengan dukungan intelijen dari Amerika Serikat, menurut keterangan pihak berwenang.

Paska-operasi, otoritas melaporkan bahwa blokade jalan dan kekerasan balasan oleh anggota CJNG telah mereda di banyak lokasi setelah keamanan kembali diambil alih oleh pasukan nasional. Implikasi bagi Hubungan Meksiko–AS
1. Kerja Sama Intelijen dan Penegakan Hukum yang Meningkat
Keterlibatan intelijen AS dalam operasi ini menunjukkan tingkat kolaborasi tinggi antara kedua negara dalam menghadapi kartel narkotika.

Amerika Serikat, di bawah tekanan domestik terkait krisis opioid dan penyelundupan narkotika melalui perbatasan, telah mendorong pemerintah Meksiko untuk mengambil langkah lebih keras terhadap jaringan narkotika
2. Pengakuan Timahkan Upaya Meksiko
Pemerintah AS menyatakan bahwa kematian El Mencho merupakan kemajuan signifikan dalam upaya penegakan hukum bersama.

Pernyataan ini memberikan sinyal politik bahwa kedua negara bisa memperluas koordinasi tanpa melibatkan pasukan militer AS di tanah Meksiko.
3. Tantangan Pasca-kematian Pemimpin KartelMeskipun kematian tokoh utama seperti El Mencho dipandang sebagai kemenangan simbolis, para analis memperingatkan bahwa struktur jaringan kriminal tidak otomatis runtuh.

Tanpa pemimpin yang jelas, CJNG kemungkinan mengalami pertarungan internal yang bisa memicu lonjakan kekerasan baru, yang pada gilirannya dapat menekan hubungan bilateral terutama di bidang keamanan dan migrasi.
4. Pengaruh Terhadap Perdagangan Narkotika dan Penegakan BatasKarena CJNG bertanggung jawab atas sebagian besar rute narkotika ke AS, perubahan kepemimpinan atau fragmentasi kartel dapat mengubah dinamika perdagangan gelap.

Kerja sama dalam intersepsi dan pengawasan perbatasan kemungkinan menjadi fokus utama dalam dialog kebijakan kedua negara ke depan.

CJNG pertama kali muncul sebagai penguat kelompok kecil di Jalisco dan berkembang pesat sejak pertengahan 2000-an. Diferensiasi dari kartel lain termasuk:
Penetrasi wilayah di lebih dari 30 negara bagian Meksiko.
Integrasi rute distribusi hingga jaringan di puluhan negara bagian Amerika Serikat.
Taktik militansi yang membuatnya menjadi ancaman domestik dan internasional.

Kematian El Mencho merupakan episode penting dalam sejarah penanggulangan kejahatan terorganisir di Meksiko dan merupakan momen kolaboratif yang jelas dalam hubungan keamanan Meksiko–AS. Namun, pengaruhnya terhadap jaringan kriminal yang kompleks serta hubungan bilateral jangka panjang akan bergantung pada bagaimana kedua negara melanjutkan kerja sama intelijen, penegakan hukum, dan kebijakan anti-narkotika di masa mendatang. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini