Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengeluarkan perintah kepada seluruh prajurit TNI AL yang bertugas di wilayah konflik dan perbatasan untuk tetap bersiaga penuh selama perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. KSAL Ali juga mengintruksikan para prajurit di pos-pos strategis, termasuk Papua dan pulau terluar, agar tidak lengah menjaga kedaulatan negara.
Asisten Operasi (Asops) KSAL Laksamana Muda (Laksda) TNI Yayan Sofiyan menegaskan, stabilitas keamanan nasional tetap menjadi prioritas utama di tengah perayaan Idul Fitri. Oleh karena itu, seluruh prajurit dan armada TNI AL harus senantiasa waspada dan siap siaga.
“Pesan dari bapak Panglima TNI dan KSAL untuk seluruh prajurit yang saat ini masih bertugas di pulau-pulau terluar, di atas KRI, maupun di satgas Papua, Anda sedang melaksanakan tugas negara yang amat kami hormati,” ujar Yayan dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (17/3/2026).
Yayan menjelaskan, prajurit TNI AL tetap bersiaga di pos-pos penugasan yang jauh dari keluarga demi memastikan masyarakat bisa merayakan lebaran dengan aman dan damai. Mereka terus memantau pergerakan di sektor patroli masing-masing tanpa sedikit pun mengendurkan kewaspadaan.
“Negara kita saat ini aman dan damai karena ada prajurit TNI yang dengan setia berada di pulau-pulau terluar tak berpenghuni dan di atas KRI yang terus bergerak di sektor patrolinya,” jelas Laksda Yayan.
Meskipun ribuan masyarakat menikmati fasilitas mudik gratis menggunakan kapal perang, TNI AL tidak mengurangi kekuatan operasionalnya di wilayah rawan. Instruksi ini memastikan tidak ada kekosongan penjagaan di titik-titik krusial NKRI selama masa libur panjang.
Selain memberikan instruksi kesiagaan, pimpinan TNI AL juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga prajurit, terutama para istri yang tergabung dalam Jalasenastri, yang tetap setia mendukung suami mereka bertugas di medan laga saat hari raya.
Sebelumnya, KSAL Muhammad Ali memang telah menginstruksikan jajaran untuk menyisir jalur-jalur laut, mulai dari pelabuhan besar hingga “jalur tikus”. Instruksi ini bertujuan memastikan jalur mudik tetap kondusif sekaligus menutup ruang gerak penyelundup barang ilegal dan melindungi jalur lintas kapal penumpang agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan tenang. (Ifa/*)







