Pemekaran Bogor Barat Dapat Terwujud dengan Persatuan dan Kesiapan Nyata

0
14

Kabarindo24jam.com | Leuwiliang – Bupati Bogor Rudy Susmanto membocorkan strategi atau jurus jitu untuk memantapkan rencana pemekaran Kabupaten Bogor Barat. Menurut Rudy, pemekaran itu hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen bersatu dan prosesnya dijalankan secara logis, terukur, serta berbasis kesiapan nyata, bukan sekadar wacana normatif.

Bupati Rudy mengajak seluruh pihak melakukan refleksi dan evaluasi atas perjuangan pemekaran yang telah berlangsung lebih dari tiga dekade. Ia pun menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan kepentingan pribadi dan kelompok, serta bersatu dalam satu suara demi masa depan Kabupaten Bogor Barat.

Menurutnya, sejarah tidak akan mencatat siapa partainya, tetapi siapa yang bekerja dan siapa yang benar-benar berjuang untuk rakyat. Karenanya, tegas Rudy, impian mewujudkan daerah otonomi baru Bogor Barat yang meliputi 14 wilayah Kecamatan itu akan segera terwujud.

“Kalau ingin Kabupaten Bogor Barat mekar, kuncinya hanya satu, yaitu kebersamaan. Jangan bawa warna partai atau golongan. Sebab yang kita perjuangkan adalah kepentingan masyarakat Bogor Barat,” tegas Bupati Rudy dalam keterangannya yang dikutip, Jumat (19/12/2025).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melangkah lebih jauh dengan menyiapkan dasar-dasar konkret pemekaran. Salah satunya dengan mengajukan permohonan lahan calon ibu kota Kabupaten Bogor Barat kepada PTPN pada Agustus 2025, yang pada prinsipnya telah disetujui pada November 2025.

“Calon ibu kota tetap direncanakan berada di Kecamatan Cigudeg, sesuai keputusan dan kajian para tokoh Bogor Barat sebelumnya,” ucap Rudy yang pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 ini.

Selain kesiapan lahan, Rudy juga memaparkan komitmen besar pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur wilayah Barat. Dalam kurun waktu sepuluh bulan kepemimpinannya, ratusan miliar rupiah dialokasikan khusus untuk pembangunan jalan, permukiman, dan fasilitas dasar di Bogor Barat.

Terkini, pembangunan akses jalan Malasari hingga perbatasan Sukabumi yang selama puluhan tahun belum tersentuh pembangunan. “Kami tidak banyak bicara, kami bekerja dengan data dan fakta. Infrastruktur Bogor Barat kami siapkan sekarang, bukan tahun depan,” ujarnya.

Rudy menambahkan, pemekaran Kabupaten Bogor Barat saat ini telah memasuki tahapan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB). Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian administrasi dan land clearing pada 2026, dilanjutkan pembangunan infrastruktur pemerintahan pada 2027, hingga beroperasinya pusat pelayanan publik dan fasilitas pemerintahan pada 2028.

“Kesiapan tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menjawab kebutuhan masyarakat Bogor Barat akan percepatan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih merata,” kata Bupati.

Sementara Ketua KPP KBB, Yana Nurheryana menyampaikan, apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Bupati Bogor atas komitmen dan kerja nyata dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah Nanggung dan Malasari yang selama ini dinilai kurang tersentuh pembangunan.

“Selama bertahun-tahun wilayah Nanggung dan Malasari nyaris tidak tersentuh pembangunan. Hari ini kami melihat bukti nyata, bukan sekadar narasi,” ungkap Yana.

Menurutnya, kecintaan terhadap Kabupaten Bogor tidak semata ditentukan oleh asal-usul kelahiran, melainkan dibuktikan melalui kerja nyata. Dimulainya pembangunan di wilayah Nanggung dan Malasari pada tahun 2025 yang direncanakan rampung pada 2026 menjadi bukti konkret perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap wilayah barat.

“Masyarakat juga menaruh harapan besar agar aspirasi wilayah Bogor Barat terus diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat. Kami berharap pembangunan yang telah dimulai dapat terus berlanjut dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutur Yana.
(Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini