Pemkab Bogor Ajak Masyarakat Tanam Tanaman Pangan di Lahan Sekitar Rumah

Kabarindo24jam.com | Cibinong -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi global yang tidak menentu, termasuk potensi konflik dan perang di berbagai wilayah dunia yang dapat berdampak pada rantai pasok pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengungkap, bahwa situasi geopolitik global berpotensi mempengaruhi distribusi dan ketersediaan pangan. Karenanya, masyarakat perlu mempersiapkan diri dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumah untuk menanam tanaman pangan.

Bacaan Lainnya

“Dunia saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup rentan terhadap konflik. Jika terjadi gangguan pada distribusi pangan global, tentu akan berdampak pada ketersediaan pangan,” ujar Teuku Mulya dalam keterangannya yang dikutip, Rabu (11/3/2026).

Akan hal itu, ia pun mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sesuai arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Melalui gerakan tersebut, Pemkab Bogor mengajak masyarakat untuk menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sehari-hari, seperti sayuran, cabai, umbi-umbian, hingga tanaman buah.

Selain menjaga ketersediaan pangan, kata dia, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. “Kami juga telah membuat berbagai contoh miniatur urban farming sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana memanfaatkan lahan sempit untuk menanam tanaman pangan,” katanya.

Teuku Mulya menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam, masyarakat dapat memiliki cadangan pangan mandiri yang dapat dimanfaatkan kapan saja.

Melalui gerakan menanam tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

“Kalau setiap keluarga menanam dan memiliki sumber pangan sendiri di pekarangan rumah, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat. Ini menjadi langkah penting agar masyarakat tetap aman dan tercukupi kebutuhan pangannya dalam berbagai kondisi,” kata mantan Kepala BPKAD Kabupaten Bogor ini.

Sebelumnya, untuk menjaga ketahanan pangan, Pemkab Bogor telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 546 kali sepanjang 2025 sebagai bagian dari kinerja setahun kepemimpinan Bupati Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Ade Ruhandi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, program tersebut dilakukan secara masif dan berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat. “GPM menjadi salah satu upaya Pemkab Bogor dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan,” ujar Ajat.

Ia menjelaskan, pelaksanaan GPM menjangkau seluruh 40 kecamatan dan 161 desa/kelurahan di Kabupaten Bogor. Dari total kegiatan tersebut, mayoritas didukung melalui APBD Kabupaten sebanyak 529 kali, sisanya melalui APBD Provinsi serta pelaksanaan mandiri.

Sepanjang pelaksanaannya, total komoditas pangan yang disalurkan mencapai lebih dari 2,25 juta kilogram/liter dengan total omzet sekitar Rp34,45 miliar. Komoditas yang disediakan dalam GPM meliputi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, bawang, cabai, serta berbagai jenis sayuran.

Ajat menuturkan, setiap titik pelaksanaan rata-rata melayani sekitar 750 penerima manfaat, sehingga secara keseluruhan program tersebut telah menjangkau sekitar 409.500 kepala keluarga atau warga. Menurut dia, program GPM tidak hanya berfungsi sebagai intervensi harga, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah daerah dalam menekan inflasi pangan di tingkat lokal. (Cok/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *